Proliga: Ditekuk BNI, Bank SumselBabel Terancam Gagal ke Final

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Proliga Palembang Bank SumselBabel. ANTARA /M Risyal Hidayat

    Tim Proliga Palembang Bank SumselBabel. ANTARA /M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim putra Palembang Bank SumselBabel terancam gagal ke grand final Proliga 2019, setelah kembali menelan kekalahan pada babak empat besar putaran kedua di GOR Ken Arok Malang, Jawa Timur, Sabtu.

    Anak asuh Pascal Wilmar itu takluk 1-3 (31-33, 25-21, 15-25, 18-25) dari Jakarta BNI 46. Sehari sebelumnya Bank SumselBabel juga kalah dari Jakarta Pertamina Energi.

    "Secara permainan sebenarnya sudah lebih bagus dari kemarin, tapi anak-anak terlalu percaya diri, sementara BNI mainnya juga bagus," kata pelatih Palembang Bank SumselBabel Pascal Wilmar usai pertandingan.

    Dengan dua kekalahan beruntun di putaran kedua ini, Bagus Wahyu Ardiyanto dan kawan-kawan memang masih menempati urutan kedua klasemen sementara dengan nilai 7.

    Peluang mereka menuju grand final akan ditentukan pada laga terakhir melawan juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator, Minggu (17/2).

    Sementara Samator dan Jakarta Pertamina Energi yang sama-sama mengoleksi nilai 3, akan saling berhadapan pada laga Sabtu petang untuk mengejar kesempatan menuju partai puncak. "Laga terakhir besok harus all out," tambah Pascal Wilmar.

    Pada laga melawan Jakarta BNI, Palembang Bank SumselBabel memulai dengan bagus, tetapi lawannya mampu mengantisipasi beberapa serangan yang dilancarkan Zequeira, Dimas dan Julianta.

    Kedua tim bermain alot dan saling bergantian menghasilkan poin hingga terjadi perpanjangan angka (deuce), tetapi Jakarta BNI bisa mengambil set pertama dengan angka 33-31.

    Memasuki set kedua, permainan Bank SumselBabel lebih solid dan serangan yang dilancarkan beberapa kali gagal ditahan blok lawan. Bagus Wahyu dkk pun menang 25-21 untuk menyamakan kedudukan.

    Akan tetapi, kemenangan dan ketenangan pemain Bank SumselBabel justru goyah pada set ketiga. Pascal Wilmar beberapa kali melakukan rotasi pemain, namun taktik itu tetap tidak membuahkan hasil dan kembali menyerah telak 15-25.

    Jakarta BNI yang sudah memastikan tiket grand final tetap tidak mengendorkan tekanan pada set keempat. Spiker asal Kuba Osmel Camejo, Danisvel Alfaro dan sang quicker Muhammad Malizi menyerang dengan apik, begitu juga dalam bertahan.

    Ditambah smes-smes tajam dari Sigit Ardian yang kerap menghujam mulus ke bidang pertahanan lawan, membawa Jakarta BNI sukses menyudahi perlawanan Bank SumselBabel dengan skor 25-18.

    Pada laga ini, wasit mengeluarkan kartu kuning masing-masing untuk Khasoni Mufid (Bank SumselBabel) dan I Putu Randu (Jakarta BNI), karena terlibat perang mulut.

    "Saya cukup senang dengan penampilan pemain pelapis karena bermain cukup efektif dan bisa memberi angka. Ini juga bagian dari strategi untuk menghadapi grand final di Yogyakarta pekan depan," kata pelatih Jakarta BNI 46 Samsul Jais.

    Mantan pelatih timnas itu memberikan kesempatan bermain lebih lama kepada Malizi dan Denisvel yang sebelumnya sangat jarang diturunkan. Terbukti, keduanya mampu memberikan sumbangan poin untuk kemenangan timnya.

    "Penampilan anak-anak terus membaik dan ini harus bisa dijaga hingga laga final nanti. Melawan Bank SumselBabel itu sebenarnya perang psikologis, karena kami sama-sama menjalani persiapan di Sentul. Ingin menunjukkan siapa yang terbaik," ujar Samsul Jais. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.