Putri Pertamina Sapu Bersih Semua Laga Final Four Proliga 2019

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim bola voli putri Proliga, Jakarta Pertamina Energi. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Tim bola voli putri Proliga, Jakarta Pertamina Energi. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim putri Jakarta Pertamina Energi tampil sempurna sepanjang final four Proliga 2019 dengan menyapu bersih kemenangan enam laga sejak putaran pertama di GOR Jayabaya Kediri hingga putaran kedua di GOR Ken Arok Malang.

    Pada laga terakhir yang dimainkan Minggu malam, tim asuhan Muhammad Ansori itu mengalahkan Jakarta PGN Popsivo Polwan dengan skor 3-1 (16-25, 25-20, 25-23, 25-11) untuk menguasai puncak klasemen akhir, sekaligus berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp40 juta sebagai tim terbaik babak empat besar.

    Laga kali ini juga menjadi "pemanasan" bagi kedua tim yang kembali akan bertemu pada babak grand final di GOR Amongrogo Yogyakarta, Sabtu (23 Februari) mendatang.

    "Meskipun hari ini saya menurunkan pemain pelapis, tapi secara kualitas juga bagus. Ini juga bagian dari strategi untuk menyiapkan tim terbaik menghadapi laga final pekan depan," kata pelatih Jakarta Pertamina Energi Muhammad Ansori usai pertandingan.

    Ansori memainkan spiker lokal Amasya Manganang dan Megawati Hangestri untuk mengisi posisi dua pemain asing Bethania De La Cruz dan Anna Stepaniuk.

    Penampilan Amasya dan Megawati cukup apik. Keduanya juga banyak menyumbang angka melalui smes-smes kerasnya.

    "Set pertama mungkin belum panas, tapi tiga set berikutnya kami bisa menekan lawan," tambah Ansori.

    Manajer tim putri Jakarta Pertamina Energi Widi Triyoso menyatakan cukup puas dengan keberhasilan timnya menyapu semua laga dengan kemenangan dan berharap penampilan di laga final mendatang tetap optimal.

    "Untuk bonus juara final four, manajemen sudah menyiapkan. Nilainya sekitar empat kali dari yang diberikan panitia. Nanti untuk bonus juara Proliga ada lagi dengan nilai lebih besar," katanya.

    Sementara itu, pelatih Jakarta PGN Popsivo Polwan Chamnan Dokmai mengakui timnya kesulitan mengimbangi ketangguhan Jakarta Pertamina, karena tidak memiliki pilihan pemain pengganti yang kualitasnya sepadan.

    "Saya hanya punya delapan pemain yang kualitasnya bagus dan siap dimainkan, jadi tidak banyak pilihan. Untuk laga final, saya berharap anak-anak bisa lebih optimal, terutama mental," kata Dokmai, seraya menambahkan bahwa pembenahan "receive" (penerimaan bola pertama) menjadi fokus persiapan menuju final.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.