Juara All England, Hendra / Ahsan Disebut Susy Layak Jadi Panutan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan saat menghadapi Aaron Chia/Wooi Yik Soh dalam final ganda putra All England di Birmingham, Inggris, Ahad, 10 Maret 2019. Sebelumnya, pasangan yang akrab disapa The Daddies itu pernah menjuarai All England pada 2014. Reuters/Andrew Boyers

    Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan saat menghadapi Aaron Chia/Wooi Yik Soh dalam final ganda putra All England di Birmingham, Inggris, Ahad, 10 Maret 2019. Sebelumnya, pasangan yang akrab disapa The Daddies itu pernah menjuarai All England pada 2014. Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan bulu tangkis ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses menjaga tradisi juara All England bagi Indonesia. Kedua berhasil membawa pulang trofi juara All England di nomor ganda putra setelah mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Susy Susanti amat mengapresiasi penampilan pasangan peringkat tujuh dunia itu. Dengan cedera yang dialami Hendra, Susy menilai, peluang merebut juara bakal berat. "Kami lihat perjuangan Hendra/Ahsan luar biasa. Tidak ada yang mustahil," ucap Susy seperti dikutip situs PBSI, Senin, 11 Maret 2019.

    Di laga semifinal, Hendra mengalami cedera betis. Namun hal itu rupanya bisa diatasi saat bermain di final. Sempat tertinggal di game pertama, Hendra/Ahsan membalikkan keadaan dengan merebut dua game tersisa.

    Susy menilai Hendra/Ahsan layak dijadikan panutan bagi para pemain yang menghuni pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Cipayung, Jakarta. Kendati sudah berganti status sebagai pemain profesional, tidak masuk dalam skuad Pelatnas, aksi keduanya baik di lapangan maupun luar lapangan mencerminkan mental pemenang.

    "Saya katakan ke adik-adik mereka semua, itu panutan. Dari disiplinnya, sikapnya pada saat di lapangan, di latihan, benar-benar mencerminkan seorang juara," kata Susy.

    Usai laga Hendra menyatakan saat tampil di lapangan berupaya tidak memikirkan rasa sakit. Menurut dia, tampil di turnamen paling bergengsi dan tertua setingkat All England motivasi bermain harus tinggi. "Kami senang juara di sini. (Motivasinya) Tidak mau kalah," ucapnya.

    Bagi Hendra/Ahsan, gelar juara All England tahun ini merupakan yang kedua kali. Terakhir kali mereka merebut juara All England pada 2014.

    BADMINTON INDONESIA | ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.