Tragedi Christchurch Tewaskan Kiper Timnas Futsal Selandia Baru

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atta Elayyan, kiper timnas futsal Selandia Baru yang tewas dalam tragedi penembakan Masjid Al Noor di Christchurch. (Shane Wenzlick/Stuff)

    Atta Elayyan, kiper timnas futsal Selandia Baru yang tewas dalam tragedi penembakan Masjid Al Noor di Christchurch. (Shane Wenzlick/Stuff)

    TEMPO.CO, Jakarta - Di antara 50 korban tewas penembakan di Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru ada nama Atta Elayyan. Dia adalah kiper timnas futsal Selandia Baru yang dijuluki The Whites.

    Elayyan adalah pria kelahiran Kuwait berusia 33 tahun yang sudah menjadi warga negara Selandia Baru. Dia sudah membela timnas futsal Negeri Kiwi sebanyak 19 kali.

    Elayyan berada di Chistchurch untuk melatih murid-muridnya di tim futsal Christchurch Boys’ High School menghadapi pertandingan liga nasional angar SMA di Selandia Baru. Sebagai muslim, Elayyan sedang menjalani sholat Jumat pada hari yang naas tersebut.

    Baca: Keluarga Teroris Penembakan di Christchurch Minta Maaf ke Korban

    “Atta tetap berusaha mengabdi kepada sekolahnya di Christchurch meskipun punya kesibukan luar biasa sebagai pebisnis. Dan dia sama sekali tidak dibayar untuk melatih tim sekolahnya,” ujar Ronan Naicker, rekan Elayyan yang juga pemain futsal.

    Di luar aktivitasnya sebagai kiper timnas dan pelatih futsal, Elayyan juga dikenal sebagai pebisnis yang sukses. Dia memiliki perusahaan yang bergerak dalam dunia teknologi informasi digital, LWA Solutions.

    Bahkan sebagai pebisnis, Elayyan pernah dianugerahi penghargaan sebagai pengusaha tersukses dalam industry transformasi teknologi digital di Selandia Baru 2017 dan 2018.

    Baca: 5 Fakta Soal Serangan Teror di Selandia Baru

    Tragedi penembakan di Masjid Al Noor Chistchurch pada Jumat 15 Maret 2019 dilakukan oleh seorang teroris asal Australia bernama Brenton Tarrant, dan kini kasusnya sedang disidangkan. Tarrant diancam hukuman seumur hidup atas tindakannya tersebut.

    STUFF | NEWS HUB


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.