Piala AFC U-23: Babak 1, Timnas U-23 0 - 0 Vietnam

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola tim nasional U-23 Indonesia Asnawi Mangkualam (14) berupaya melepaskan diri dari kawalan pesepak bola tim nasional Thailand U-23 Sarachat Supachok (10), pada pertandingan perdana Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat, 22 Maret 2019. ANTARA/R. Rekotomo

    Pesepak bola tim nasional U-23 Indonesia Asnawi Mangkualam (14) berupaya melepaskan diri dari kawalan pesepak bola tim nasional Thailand U-23 Sarachat Supachok (10), pada pertandingan perdana Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat, 22 Maret 2019. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas U-23 Indonesia bermain seri 0-0 pada babak pertama kontra Vietnam, dalam laga penyisihan Piala AFC U-23 grup K di Stadion My Dinh, Hanoi, Minggu 24 Maret 2019.

    Pelatih Indra Sjafri melakukan banyak perubahan dalam susunan tim Indonesia. Mulai penjaga gawang Satria Tama yang dipasang menggantikan Awan Setho, dan beberapa posisi lain.

    Pertandingan berlangsung keras sejak menit awal, dengan dibumbui banyak pelanggaran. Vietnam lebih mendominasi serangan, namun belum mampu membobol gawang Indonesia.

    Sebaliknya serangan balik Indonesia yang dimotori Egy Maulana Vikri, Asnawi Mangkualam, Witan Sulaeman, dan Marinus Wanewar juga selalu mentok di lini pertahanan Vietnam.

    Vietnam sempat mendapatkan peluang emas lewat tendangan bebas di luar kotak penalti Indonesia pada menit 39, namun Satria Tama mampu mementahkan peluang tersebut.

    Hingga babak pertama usai, kedudukan tidak berubah 0-0.

    Timnas U-23 harus memenangi pertandingan agar peluang melaju ke babak final Piala Asia U-23 2020 di Thailand terbuka.

    Timnas U-23 kalah 0-4 dari Thailand dalam laga pertama, Jumat lalu. Sementara Vietnam menggilas Brunei Darussalam 6-0.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.