Zohri dan Safwaturrahman Raih Emas Atletik di Malaysia Open

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sprinter asal Nusa Tenggara Barat berusia 18 tahun, Lalu Muhammad Zohri, berhasil menjadi yang tercepat di Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Tampere, Finlandia Juli lalu. Zohri juga berperan besar menyumbangkan medali perak di Asian Games di nomor lari tim estafet 4x100 meter putra. TEMPO/Subekti

    Sprinter asal Nusa Tenggara Barat berusia 18 tahun, Lalu Muhammad Zohri, berhasil menjadi yang tercepat di Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Tampere, Finlandia Juli lalu. Zohri juga berperan besar menyumbangkan medali perak di Asian Games di nomor lari tim estafet 4x100 meter putra. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Dua atlet Indonesia, Lalu Muhammad Zohri dan Safwaturrahman, meraih medali emas dalam kejuaraan atletik Grand Prix Malaysia Open 2019 di Stadion MSN Bukit Jalil Kuala Lumpur, Sabtu. Zohri merajai lomba lari 100 meter putra, sedangkan Safwaturrahman mendapat emas di nomor lompat jauh.
     
    Zohri meraih medali emas setelah membukukan waktu tercepat 10,20 detik. Medali perak di nomor ini diraih atlet tuan rumah, Mohd. Zulfiqar Ismail dengan catatan waktu 10,41 detik. Sedangkan perunggu diraih atlet Taiwan, Wei-Hsu Wang, yang membukukan waktu 10,44 detik.

    Ditemui Tempo setelah prosesi penyerahan hadiah, pria asal Lombok Utara tersebut menyatakan kegembiraannya atas hasil yang diraih. "Saya bersyukur karena bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Walaupun jujur secara catatan waktu saya belum puas dengan waktu 10,20 detik," kata dia. Zohri menargetkan memecahkan rekor waktunya sendiri 10,18 detik yang diraihnya dalam kejuaraan dunia tahun lalu.

    Senada dengan Zohri, pelatihnya, Eni Nuraeni, juga menyampaikan rasa gembiranya. "Sebenarnya kita tidak memasang target muluk-muluk dalam turnamen kali ini, karena ini adalah turnamen pertama dia pasca Asean Games. Apalagi waktu-waktu ini dia sibuk mempersiapkan ujian akhir sekolahnya," kata Eni.

    Selain lebih sebagai media latihan, turnamen Grand Prix Malaysia Open 2019 kali ini juga dimaksudkan untuk mendulang poin sebagai upaya Zohri ikut serta dalam Olimpiade 2020. Agar bisa ikut Olimpiade, Zohri minimal harus masuk rangking 56 dunia, sedangkan saat ini masih rangking 62 (belum termasuk poin GP Malaysia Open 2019).

    Namun begitu baik Zohri maupun Eni Nuraeni optimis bisa meraih target tersebut. "Bulan depan dia ke Qatar, September juga ada kejuraan dunia dan masih banyak lagi turnamen yang harus dia ikuti," Tutur Eni.

    Sementara itu, Sapwaturrahman mempersembahkan medali emas setelah membukukan lompatan 7,97 meter. Medali perak diraih atlet tuan rumah, Andre Anuar dengan lompatan 7,72 meter dan perak diraih atlet Korea, Eunjae Joo dengan lompatan 7,69 meter.
     
    MASRUR (Kuala Lumpur) 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.