Disandingkan dengan Pele, Kylian Mbappe Mengaku Bahagia

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Prancis, Kylian Mbappe melewati pemain Islandia dalam pertandingan Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020 di  Stade de France, Saint-Denis, 26 Maret 2019. REUTERS/Charles Platiau

    Penyerang Prancis, Kylian Mbappe melewati pemain Islandia dalam pertandingan Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Stade de France, Saint-Denis, 26 Maret 2019. REUTERS/Charles Platiau

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang Prancis yang juga pencerah klub Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe, mengaku bahagia disandingkan dengan legenda bola dunia asal Brasil, Pele, melalui buku berisi orang-orang hebat di Piala Dunia.

    Dalam buku itu disebutkan, Mbappe, saat ini berusia 19 tahun, menjadi pemain termuda kedua yang menceploskan bola pada final Piala Dunia 2018 di Rusia ketika Prancis menggulung Kroasia.

    Adapun Pele adalah pemain paling belia dan satu-satu remaja yang turut berlaga untuk negaranya, Brasil, yang mencetak gol di Piala Dunia.

    Baca: Setelah Zidane Kembali, Real Madrid Bidik Mbappe Lagi

    Menurut laporan Live Score, Mbappe mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan tercatat sebagai pemain kedua setelah Pele, yang diulis sebagai pemain terhebat di dunia.

    "Perlu diketahui, Anda harus menjadi yang pertama. Tetapi dalam soal ini, saya tidak memiliki masalah ditempatkan di posisi kedua di belakang Pele. Saya bahagia, ini fantastis," ucap Mbappe, Selasa 2 April 2019.

    "Sebelum final, saya tahu bahwa saya mendapatkan peluang ini dan mengkuir sejarah bersamanya," tambahnya.

    "Bersama tim nasional Prancis, kami melakukan sesuatu yang besar. Kami bekerja untuk negara kami. Saya selalu mengatakan, tidak ada sesuatu yang paling penting kecuali bekerja demi negara," tegas Mbappe.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.