Alasan Taktik, Pep Guardiola Tak Turunkan De Bruyne di Menit Awal

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City, Kevin De Bruyne, mengendalikan bola dalam pertandingan Liga Champions melawan  Schalke 04 di Veltins-Arena, Gelsenkirchen, Jerman, Kamis dinihari, 21 Februari 2019. REUTERS/Matthew Childs

    Pemain Manchester City, Kevin De Bruyne, mengendalikan bola dalam pertandingan Liga Champions melawan Schalke 04 di Veltins-Arena, Gelsenkirchen, Jerman, Kamis dinihari, 21 Februari 2019. REUTERS/Matthew Childs

    TEMPO.CO, Jakarta - Pep Guardiola menjelaskan kepada awak media bahwa dia sengaja tidak memainkan Kevin De Bruyne di menit awal ketika Manchester City kalah melawan Tottenham Spurs pada laga Selasa, 9 April 2019.

    "Saya sengaja tidak menurunkan dia sejak menit awal dengan alasan taktik," kata Guardiola di depan awak media sebagaimana dilaporkan Live Score, Selasa.

    De Bruyne bermain hanya beberapa menit ketika pertandingan memasuki menit ke-89. Kehadiran dia di tengah lapangan tak bisa menolong saat City tertinggal 1-0 oleh Tottenham dalam laga perempat final Liga Champions leg pertama di Stadion Tottenham Hotspurs.

    Pada pertandingan tersebut, Guardiola memilih Ilkay Gundogan dan Fernandinho untuk mendukung David Silva di lapangan tengah. Kendati demikian tidak membantu permainan.

    City punya peluang emas pada menit ke-47 namun tendangan ke arah gawang gagal membuahkan gol. Demikian pula aksi Son Heung-min di menit ke-78 juga nihil gol, termasuk tendangan penalti Sergio Aguero pada babak pertama juga tak berhasil menjebol gawang Tottenham.

    Meskipun kalah, bos City, Guradiola menegaskan bahwa timnya bermain sangat baik.

    "Saya memutuskan memainkan dua gelandang agar lebih solid dan untuk mendukung serangan," kata Guardiola pada acara konferensi pers. "Saya memutuskan memainkan yang lain, saya tahu hal itu tidak mengenakkan De Bruyne," tegasnya.

    Mengenai hasil pertandingan, dia mengatakan, "Saya harus melakukan sesuatu. "Saya merasa permainan kami sangat bagus. Kami mengendalikan mereka, tetapi hasilnya lain," ucap Gurdiola.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.