Bulu Tangkis: Indonesia Waspadai Ancaman Ganda Putra Jepang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda putra Jepang, Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda, mengembalikan pukulan lawannya, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo, dalam pertandingan final Denmark Open 2018 di Odense, Denmark, 21 Oktober 2018. Ritzau Scanpix/Claus Fisker/via REUTERS

    Pasangan ganda putra Jepang, Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda, mengembalikan pukulan lawannya, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo, dalam pertandingan final Denmark Open 2018 di Odense, Denmark, 21 Oktober 2018. Ritzau Scanpix/Claus Fisker/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pelatih Ganda Putra Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Herry Iman Pierngadi meminta anak asuhnya mewaspadai ganda putra asal Jepang. Menurut dia, penampilan pasangan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda semakin membaik.

    Herry menilai kalah-menang merupakan hal wajar, terutama bagi pemain yang berada di peringkat lima besar dunia. Ia mengatakan yang akan menjadi pembeda untuk merebut kemenangan ialah kesiapan pemain.

    "Siapa yang kondisinya lebih baik dan fit kemungkinan besar bisa memenangkan pertandingan," ucapnya di pemusatan latihan nasional PBSI, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

    Di tiga turnamen terakhir, Kamura/Sonoda menjadi penjegal tiga ganda putra Indonesia. Di Singapore Open 2019 pekan lalu, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon kalah dari keduanya di semifinal.

    Puncaknya, Kamura/Sonoda keluar sebagai juara Singapore Open setelah mengalahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Sepekan sebelumnya di Malaysia Open 2019, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menjadi korban Kamura/Sonoda di babak semifinal.

    Di peringkat Badminton World Federation Kamura/Sonoda berada pada posisi tiga dunia. Namun dari rangking world tour keduanya menempati posisi pertama. Dari enam turnamen yang diikuti sejak awal 2019, keduanya sudah tiga kali menembus final dan juara sekali di Singapore Open 2019.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.