MPBI Minta Federasi Bulu Tangkis Audit Usia Pemain Nasional

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bulutangkis. ANTARA/Maha Eka Swasta

    Ilustrasi bulutangkis. ANTARA/Maha Eka Swasta

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Pemerhati Badminton Indonesia (MPBI) meminta Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengaudit usia pemain di tingkat pemula (13-15 tahun) atau remaja (15-17 tahun). Ketua MPBI Kurniadi mengatakan audit diperlukan untuk mengetahui dugaan pencurian umur.

    MPBI, menurut Kurniadi, menerima laporan dari anggotanya yang tersebar di daerah-daerah ihwal adanya dugaan pencurian umur. Dari laporan itu ia meminta PBSI menaruh perhatian dan melakukan audit. "Kami usul agar pemain yang berada di rangking 10 nasional diaudit dokumen lahirnya," ucap dia saat dihubungi Selasa, 23 April 2019.

    Kurniadi menjelaskan isu pencurian umur di cabang olahraga bulu tangkis penting untuk diangkat. Sebab, kata dia, dunia olahraga menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan (fair play).

    Di sisi lain, tuturnya, ada banyak pemain bulu tangkis junior dan remaja Indonesia yang serius berlatih dan mengejar prestasi. MPBI tidak ingin para pemain tersebut kalah atau terhenti karirnya hanya karena berhadapan dengan lawan yang lebih tua saat mengikuti kejuaraan. "Kami ingin atlet yang dihasilkan itu murni, sesuai umurnya," kata dia.

    Sejauh ini MPBI sudah melakukan identifikasi ihwal dugaan pencurian umur di pemain pemula atau remaja. Kurniadi menyatakan salah satu cara agar persoalan pencurian umur bisa diselesaikan ialah dengan melakukan audit. "Kami ingin persempit auditnya di PBSI karena semua turnamen muaranya ke rangking 10 besar nasional," ucapnya.

    Menurut dia, PP PBSI mempunyai data-data pemain yang masuk rangking 10 nasional. Kurniadi menuturkan audit bisa dilakukan dalam dua hal, yakni administrasi dan fisik (forensik).

    Audit administrasi tidak sulit dilakukan. PBSI, ucap Kurniadi, hanya perlu mencocokkan semua data kelahiran atlet atau ijazah sekolah dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil. Bila audit administrasi menemui kendala maka pemeriksaan forensik fisik atlet bisa dilakukan.

    Secara umum, Kurniadi menilai, indikasi pencurian umur bisa dilihat dengan kasat mata. Selain melihat kondisi fisik pemain, ia menyebut, permainan atlet pemula berbeda dengan pemain remaja. "Mereka punya otot dan kekuatan yang beda," ucap Kurniadi.

    MPBI berharap dengan adanya audit pemain bulu tangkis yang dilakukan PBSI di tingkat nasional bisa memberikan keadilan bagi para pemain. Sebab dengan jelasnya usia pemain, kata Kurniadi, pelatih juga bisa mengetahui usia emas pemain. "Harapannya prestasi atlet bisa lama karena sesuai dengan umurnya," tutur dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.