5 Atlet eSports Indonesia Berpendapatan Tertinggi, Hansel Nomor 1

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gamer Hansel Ferdinand. Instagram/@HanselFerdinand

    Gamer Hansel Ferdinand. Instagram/@HanselFerdinand

    TEMPO.CO, Jakarta- Gamer kini tidak lagi dipandang sebelah mata, karena sudah diakui sebagai  cabang olah raga eSports, artinya bisa dijuluki sebagai atlet. Banyak turnamen game yang diselenggarakan dengan memperebutkan hadiah yang fantastis, baik tingkat nasional maupun internasional.

    Melalui turnamen tersebut, para atlet bisa meraup penghasilan cukup besar ketika memenangkannya. Tempo berusaha merangkum atlet eSports asal Indonesia dengan penghasilan tertinggi melalui turnamen yang diikutinya. Berikut atlet tersebut menurut laman esportsearnings.com:

    1. Hansel Ferdinand (BnTeT)

    Atlet eSports Hansel Ferdinand dengan ID Player BnTeT menjadi altet eSport dengan penghasilan tertinggi pertama di Indonesia. Total hadiah yang diperoleh dari 34 turnamen baik nasional mapun internasional adalah US$ 93.906 atau setara dengan Rp 1,41 miliar.

    Hansel merpakan atlet khusus game Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO), game penembak orang pertama taktis yang dikembangkan Valve Corporation dan Hidden Path Entertainment. CS:GO mengadu tim anti-teroris melawan tim teroris dalam serangkaian putaran. Setiap putaran dimenangkan dengan menyelesaikan tujuan misi atau menghilangkan kekuatan lawan.

    Berdasarkan penghasilan menurut tahun, sejak 2013 yang hanya US$ 600 (Rp 9 juta dengan kurs sekarang), meningkat drastis pada 2018 dengan pendapatan US$ 50.544 atau setara dengan Rp 758,2 juta. Hansel juga tercatat berada di peringkat 958 dunia untuk penghasilan tertinggi.

    Dari 34 turnamen yang diikutinya, hadiah yang didapatkan Hansel terbesar adalah US$ 15 ribu atau setara dengan Rp 225 juta dari StarLadder & ImbaTV Invitational Chongqing 2018 pada 25 Maret 2018. Dia menempati posisi pertama, menghasilkan 15,97 persen dari total hadiah uang yang dimenangkan.

    Selanjutnya: Kevin Susanto (xccurate)


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.