Erick Thohir: Indonesia Serius Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua TKN Jokowi-Amin, Erick Thohir memberi sambutan saat acara

    Ketua TKN Jokowi-Amin, Erick Thohir memberi sambutan saat acara "Panggung Gemb1ra" Relawan Milenial KitaSatu di Jakarta, Ahad, 21 April 2019. Dalam acara ini relawan diingatkan agar tetap menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU). TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir mengatakan Pemerintah Indonesia serius menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Hal itu semakin terlihat saat Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menyempatkan diri bertemu dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional, (IOC), Thomas Bach di Markas IOC, Laussane.

    Simak: Rencana Olimpiade 2032, Jusuf Kalla Temui Thomas Bach di Swiss

    Pertemuan itu digelar setelah Jusuf Kalla menghadiri dan menjadi pembicara pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, di Jenewa, Swiss. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Duta Besar RI Swiss Muliaman D Hadad, Jusuf Kalla menyampaikan lagi hasrat Indonesia masuk dalam pencalonan sebagai tuan rumah pesta olahraga dunia 2032 mendatang.

    Sebelumnya, pada 11 Februari lalu, Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi telah menyerahkan surat resmi pencalonan kepada Thomas Bach. "Usai surat resmi, kali ini pemerintah Indonesia melalui Wapres Jusuf Kalla melakukan kunjungan resmi ke IOC dan bertemu Thomas Bach untuk menyampaikan keinginan serius menjadi tuan rumah Olimpiade 2032," ujar Erick Thohir di Laussane dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 Mei 2019.

    Erick mengatakan memang penentuan baru akan diputuskan dalam sidang IOC di tahun 2024. Namun, kata dia, setidaknya, kedatangan Jusuf Kalla ini memperlihatkan betapa seriusnya Indonesia ingin menjadi tuan rumah Olimpiade setelah sukses di Asian Games 2018.

    Menurut Erick, sejak berhasil menggelar Asian Games 2018 dan mendapat respon positif serta pujian dari berbagai negara, pamor Indonesia di dunia internasional terus meningkat. Di berbagai ajang dan forum internasional, perwakilan Indonesia sering diundang untuk hadir dan mendapat perhatian dunia. 

    Ia mengatakan, dalam pertemuan dengan Thomas Bach, JK menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia dan juga anggota G-20 dengan status sebagai negara besar yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil.

    Thomas Bach, kata Erick, juga menyampaikan bahwa Indonesia sebuah negara besar yang telah menunjukkan persahabatan melalui semangat Bhineka Tunggal Ika dan dengan perkembangan ekonomi yang terus meningkat, sangat pantas menjadi kandidat tuan rumah Olimpiade 2032.

    Usai pertemuan itu, menurut Erick, langkah selanjutnya yang harus dilakukan Indonesia adalah menyiapkan proposal bidding dan juga memperbanyak even olahraga internasional. "Mulai sekarang hingga 2024 mendatang, sudah harus dimulai untuk menyiapkan proposal bidding yang berisi sarana dan fasilitas yang ingin kita ajukan," kata dia.

    Simak: Olimpiade 2032, Pesaing Indonesia: Malaysia-Singapura, Rusia ...

    Misalnya, menurut Erick, perlu membangun kompleks olahraga baru dengan teknologi ramah lingkungan dan bersinergi dengan hunian atlet dan pusat pendidikan olah raga atau hal lain yang bisa menyaingi fasilitas milik calon tuan rumah Olimpiade lainnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.