Penggemar Sumo Inginkan Trump Bersila, bukan Duduk di Kursi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump saat diwawancara Steve Hilton di Fox News, 19 Mei 2019.[Fox News]

    Donald Trump saat diwawancara Steve Hilton di Fox News, 19 Mei 2019.[Fox News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diperkirakan akan mendapat sambutan meriah dari komunitas sumo ketika dijadwalkan akan menyerahkan Trump Award kepada juara di turnamen Summer Grand Sumo di Tokyo pada Minggu, 26 Mei 2019.

    Tapi sebagian penggemar sumo merasa kecewa ketika mengetahui Trump mendapat perlakuan khusus karena akan menyaksikan pertandingan sambil duduk di kursi, bukan bersila seperti yang sudah menjadi kebiasaan selama ini.

    Trump direncanakan akan menyaksikan tiga pertandingan final pada hari terakhir turnamen di arena Ryogoku Kokugikan bersamma Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, di sela-sela kunjungan kenegaraan pada 25-28 Mei mendatang. Istrinya, Melania Trump, dan istri Abe, Akie Abe, juga akan hadir.

    "Saya kira akan sangat menyenangkan," kata Trump mengomentari pertandingan sumo saat jumpa pers pada April lalu.

    Sebagian anggota komunitas sumo menyambut gembira kehadiran Trump yang diyakini bisa ikut mendongkrak popularitas olahraga tradisional Jepang tersebut. "Sumo adalah budaya tradisional Jepang. Bukan hanya soal menang atau kalah. Jadi akan sangat bagus jika presiden terlibat dan ikut menyerahkan trofi," kata Kazuo Saito, pelatih sumo dari Universitas Sain Olahraga Nippon.

    Trump, presiden berusia 72 itu, akan duduk menyaksikan pertandingan sambil duduk di kursi, bukan bersila di lantai dengan pakaian tradisional zabuton yang selama ini sudah menjadi sebuah keharusan. Hal itulah yang membuat kecewa para penggemar sumo.

    Masaru Tomamoto, penggemar sumo berusia 73 tahun, mengatakan bahwa ia bersimpati dengan Trump, tapi alangkah baiknya jika pemimpin Amerika Serikat itu juga mengikuti adat yang selama ini dijalankan.

    "Tapi, jika Trump menyaksikan pertandingan olahraga tradisional Jepang, saya kira akan lebih baik bagi dia untuk duduk bersila dengan pakaian tradisionall di lantai, daripada duduk di kursi," katanya.

    Seorang pemain sumo anak menyerang lawannya dalam pertandingan sumo Wanpaku di Tokyo, Jepang, 29 Juli 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Trump harus menaiki dohyoa, ring sumo saat akan memberikan trofi kepada sang juara bersama Abe. Jika mengikuti budaya, Trump juga tidak akan menggunakan sepatu, tapi sandal tradional.

    Hampir satu perdelapan dari total 11.000 kursi telah dipesan untuk rombongan Trump dan Abe beserta pasukan keamanan.

    Trump bukanlah pemimpin asing pertama yang akan menyerahkan trofi kepada juara turnamen sumo tersebut.

    Mantan Presiden Perancis Jacques Chirac, yang dikenal sebagai penggemar sumo, pernah mengadakan Piala Presiden Perancis dan menyerahkan trofi kepada pemenang pada 2000. Trofi tersebut diserahkan setiap tahun oleh Chirac sampai ia tidak lagi menjabat pada 2007.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.