Piala Sudirman: Dikalahkan Yamaguchi, Begini Komentar Gregoria

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung saat berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Inggris Abigail Holden pada babak penyisihan grup 1B Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, Cina, Ahad, 19 Mei 2019. Gregoria menang atas Abigail Holden dua set langsung dengan skor 21-10 dan 21-13. ANTARA/Wahyu Putro A

    Aksi pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung saat berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Inggris Abigail Holden pada babak penyisihan grup 1B Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, Cina, Ahad, 19 Mei 2019. Gregoria menang atas Abigail Holden dua set langsung dengan skor 21-10 dan 21-13. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mengakui permainannya sudah terbaca dan terantisipasi oleh lawannya asal Jepang, Akane Yamaguchi, sehingga ia kehilangan poin dalam semifinal Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center, Nanning, China, Sabtu.

    Kekalahan dari Gregoria di Asian Games 2018 silam, rupanya jadi pelajaran penting bagi Yamaguchi. Pebulu tangkis peringkat empat dunia itu sukses merebut poin bagi tim Jepang lewat kemenangan dua gim langsung, 13-21, 13-21 dalam waktu 34 menit.

    "Dari pada pertemuan sebelumnya dia kali ini tahu cara bagaimana melawan saya. Sementara dari saya sendiri tidak ada perubahan," ungkap Gregoria usai laga.

    Jorji, demikian sapaan akrab Gregoria, cukup terlambat panas di awal laga dan baru menemukan ritme permainannya ketika Yamaguchi sudah unggul enam poin di gim pertama.

    "Di gim pertama kelihatan banget saya telat masuk dan startnya kalah," kata Gregoria.

    Di gim kedua, perubahan permainan mampu membawa Jorji unggul di awal, menciptakan sejumlah peluang dari kesalahan Yamaguchi dalam pengembalian bola.

    Tak lama, Yamaguchi tampaknya melihat kelemahan Jorji dalam mengatasi pukulan backhand di depan net juga bola-bola silang untuk mencuri poin.

    Jorji juga kehilangan sejumlah poin berharga berkat bola-bola mati dari pengembalian yang kurang matang.

    Sebuah pengembalian yang jatuh di luar lapangan menutup gim kedua untuk kemenangan ketiga Yamaguchi atas Jorji.

    "Di dua pertemuan sebelumnya bedanya mungkin dia lebih mempercepat tempo sementara ketika di Asian Games dia lebih mengikuti tempo saya," katanya.

    "Ketika tertinggal seharusnya saya memiliki bola-bola untuk meng-clear-kan. Tapi pengembalian saya pun mentah," ujar Gregoria melengkapi.

    Sebelumnya, di partai pembuka, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menyumbangkan poin pertama bagi Indonesia usai mengalahkan ganda putra Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-14 21-18. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.