Idul Fitri: Cerita Cristian Gonzales Ketagihan Masak Ketupat

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cristian Gonzales. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Cristian Gonzales. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pecinta sepak bola Indonesia tentu sudah mengenal sosok penyerang naturalisasi, Cristian Gonzales. Pemain berusia 42 tahun itu, yang sudah malang-melintang di sejumlah klub Tanah Air, ikut merayakan hari raya Idul Fitri karena sudah memeluk Islam sejak 9 Oktober 2003.

    Mantan penyerang Timnas Indonesia itu bahkan cukup ahli membuat makanan khas lebaran, yakni ketupat. "El Loco masak sendiri itu ketupat dan saya bagian membuat opor ayam. Dia sudah tahu caranya dari belajar dan akhirnya ketagihan. Lucu kadang isi berasnya pas dibanding saya, jadi rasanya malah enak," ungkap sang istri, Eva Siregar, kepada Indosport.

    Menurut Eva, memasak ketupat dan opor menjadi tradisi rutin yang dilakukan keluarganya saat lebaran. Apalagi bagi Cristian Gonzales, ketupat seperti menu yang wajib ada saat perayaan Idul Fitri.

    "Bahkan saat buat ketupat, dia sampai menunggu sekitar empat jam sampai matang. Dia tidak mau tidur karena takut kematangan," kata dia.

    "Biasanya kami setelah makan ketupat baru ke pantai. Dia paling suka merenung di pantai sambil bermain bola bareng anak-anak," tambah istri Cristian Gonzales ini.

    Banyak prestasi individu yang ditorehkan Cristian Gonzales di Indoensia, termasuk lima kali menjadi top skor kompetisi. Meski usia sudah tak lagi muda, pemain  sepak bola yang akrab disapa El Loco itu tetap produktif bersama PSS Sleman musim lalu dengan donasi 15 gol.

    Musim ini, bersama PSIM Yogyakarta, dia juga sudah mencetak beberapa gol di uji coba pra-musim. Fakta itu membuat pemain kelahiran Uruguay itu dicap sebagai salah satu predator mematikan yang pernah hadir di sepak bola Indonesia.

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.