Utut Adianto Ingin KONI Pusat Dipimpin Pengusaha

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Utut Adianto meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 18 September 2018. Utut Adianto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Purbalingga Tasdi terkait dengan kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Purbalingga tahun 2017-2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua DPR Utut Adianto meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 18 September 2018. Utut Adianto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Purbalingga Tasdi terkait dengan kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Purbalingga tahun 2017-2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto mengharapkan kalangan swasta atau pengusaha yang menjadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dan tidak lagi pejabat atau pensiunan jenderal.

    Utut beralasan, KONI Pusat tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

    "Kebutuhan dana untuk peningkatan prestasi olahraga itu cukup besar. Jadi, KONI Pusat sudah tidak bisa lagi mengandalkan APBN. Makanya, saya bilang KONI Pusat sebaiknya dipimpin kalangan swasta atau pengusaha yang mampu menghimpun dana dari sponsor untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut," kata Utut Adianto ketika diminta komentar tentang calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang dijadwalkan Juli mendatang.

    Alasan politikus PDI Perjuangan ini lebih mendukung pengusaha karena tidak ingin kasus korupsi dana hibah Kemenpora terulang kembali. "Sudah tidak zamannya lagi kita mengandalkan pejabat atau pensiunan jenderal dalam menghimpun dana dari sponsor. It’s over," ujarnya.

    Ketika ditanyakan masalah pencalonan Muddai Madang sebagai Ketua Umum KONI Pusat priode 2019-2023, Utut Adianto mengaku belum dihubungi. "Saya belum dihubungi soal pencalonan Pak Muddai," katanya.

    Sebelumnya, Muddai Madang yang juga pengusaha mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Pusat yang rencananya digelar di Jakarta, 2 Juli mendatang,

    Keputusan itu diambil Muddai Madang yang mengklaim punya konsep untuk membangun prestasi olahraga. "Saya sudah punya program yang jelas untuk bisa membawa KONI Pusat ke arah yang lebih baik lagi dalam membangun prestasi olahraga nasional," kata Muddai.

    Muddai Madang tercatat pernah menjadi Ketua panitia lokal Asian Games Jakarta-Palembang 2018 untuk Sumatera Selatan, dan Islamic Solidarity Games (ISC) Palembang 2013. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Umum II di PB Percasi periode 2004-2008, Chief de Mission Olimpiade Catur 2006 di Torino, Italia, serta manajer Tim Catur Asian Games 2006 Doha.

    Pendaftaran pencalonan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dibuka hingga  19 Juni dan akan diketuk dalam amar putusan pada 2 Juli. Sebelumnya, Tim Penjaringan telah menetapkan aturan calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 harus mendapak dukungan 10 KONI Provinsi dan 20 induk cabang olahraga (PB/PP).


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.