Bedah Calon Ketua KONI: Inilah Daftar Misi Marciano Norman

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marciano Norman. Tempo/Subekti

    Marciano Norman. Tempo/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Marciano Norman belum bisa meninggalkan dunia olahraga sepenuhnya. Usai lengser dari kursi Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), purnawirawan bintang tiga TNI Angkatan Darat itu memutuskan maju dalam persaingan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023.

    Marciano yang sudah menginjak usia 64 tahun itu merasa masih mempunyai tenaga dan pikiran yang bisa dicurahkan untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. Ia pun sudah menyiapkan arah ke mana KONI Pusat mesti bergerak bila nanti dipercaya menjadi nahkodanya. "Saya akan jadikan KONI perekat. Pemersatu cabang olahraga, KONI daerah, KOI, dan Kemenpora," ucapnya saat ditanya ihwal niatan maju dalam pencalonan, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

    Berikut misi Marciano Norman dalam pencalonan Ketua Umum KONI Pusat:

    Meningkatkan Koordinasi
    Marciano menyatakan kerja sama antarpemangku kepentingan olahraga (stakeholder) harus ditingkatkan. Sebab, menurut dia, prestasi atlet tidak lepas dari sentuhan semua pihak. Tugas utama KONI ialah mencetak atlet. Ujungnya, kata dia, menjadi tugas Komite Olimpiade Indonesia untuk mengorbitkan atlet di tingkat yang lebih tinggi.

    Pelatih dan Atlet
    Bagi Marciano, pelatih dan atlet harus mempunyai standar yang jelas. Ia ingin kualitas pelatih Indonesia sama rata, baik yang berada di tingkat nasional dan daerah. Begitu juga dengan atlet. Dengan memanfaatkan sport science dan sport intelligence, ia berharap atlet Indonesia bisa bersaing di level dunia. Selain itu, atlet juga dituntut untuk menyiapkan masa pensiunnya.

    Menurut dia, atlet harus berpendidikan sarjana. Sehingga begitu memasuki masa pensiun ada bekal yang bisa dimanfaatkan. "Kalau sudah pensiun, atlet bisa diberi kesempatan jadi pelatih atau wasit," kata Marciano.

    Mendorong Kemandirian Cabang Olahraga
    Marciano menyatakan butuh waktu bagi Indonesia untuk menjadikan olahraga sebagai industri dan tidak tergantung dengan pemerintah. Kerja sama dengan perusahaan negara atau swasta, ucapnya, bisa dilakoni pengurus cabang olahraga untuk mendukung kegiatan olahraga dan pembinaan atlet.

    Pemerataan Prestasi
    Marciano Norman ingin ada pemerataan prestasi. Tolak ukurnya bisa dilihat pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia berharap setiap daerah mempunyai cabang olahraga andalan dan prestasi di PON tidak didominasi oleh satu daerah saja.

    Profil
    Nama : Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman
    Tempat, Tanggal, Lahir: Banjarmasin, 28 Oktober 1954
    Pengalaman Organisasi
    - Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (2011-2015 dan 2015-2019)
    - Kepala Badan Intelijen Negara 2011-2015
    - Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (2008-2010)
    - Panglima Kodan Jaya (2010-2011)

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Minta Lion Air dan Citilink Turunkan Harga Tiket LCC

    Pemerintah telah memerintahkan dua maskapai penerbangan domestik, Lion Air dan Citilink, untuk menurunkan harga tiket pesawat berbiaya murah.