Turnamen Catur Japfa: Empat Pecatur Putri Ini Berpeluang Juara

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto dalam jumpa pers menjelang Turnamen Catur Grand Master dan Grand Master Wanita JAPFA yang akan digelar di Yogyakarta, 13-21 Juni 2019. (Humas Percasi)

    Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto dalam jumpa pers menjelang Turnamen Catur Grand Master dan Grand Master Wanita JAPFA yang akan digelar di Yogyakarta, 13-21 Juni 2019. (Humas Percasi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaingan perebutan juara katagori Grand Master Wanita dipatikan ketat antara empat pecatur papan atas usai memainkan babak 10 Turnamen Internasional GM-WGM Japfa 2019 di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta Kamis malam (20/06/2019).

    Empat pecatur berada dipuncak klasemen yakni WIM Luong Phoung Hanh (Vietnam), WIM Rucha Pujari (India), pecatur Indonesia WIM Chelsie Monica Sihite dan juara bertahan WGM Keti Tsatlashvili (Georgia) semuanya meraih nilai 7.

    Hanh (2271) naik kepuncak klasemen usai mengalahkan pecatur putri masa depan WFM Ummi Fisabilillah (2201) babak 10 langkah 70 lewat pembukaan Indian.

    Sedang, Chelsie Monica Sihite (2212) dimeja lainnya berbagi setengah point usai bermain remis dengan WIM Rucha Pujari (2234) dari India.

    Setengah poin tambahan membuat kedua pecatur itu mendapat total poin sama 7,0 dan menjaga peluang untuk menjuarai turnamen tahunan PB Percasi yang didukung PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk ini. Sedang WGM Keti Tsatsalashvili (2356) juga memasuki kans perebutan juara kedua beruntun usai unggul atas IM Alina L'Ami dari Rumania.

    Pertandingan antara Chelsie dan Pujari berlangsung singkat. Keduannya sepakat remis pada langkah ke-17 pertahanan Prancis.

    Pujari mengaku cukup puas dengan hasil remis tersebut, meskipun ia tidak bisa memanfaatkan sedikit keuntungan dengan memegang buah putih.

    "Cukup bagus buat saya karena Chelsie juga pemain bagus. Saya harus mempersiapkan lagi untuk pertandingan besok," kata Pujari dalam rilis yang diterima Tempo.co

    Chelsie yang mengendalikan buah hitam pun mengaku cukup puas bisa menahan remis Pujari karena dalam posisi memegang buah hitam dan lawan relatif seimbang, hasil remis cukup bagus.

    "Bukan tidak berusaha menang, tapi memang sulit. Tadi cuma 17 langkah karena memang tidak ada celah sehingga terjadi pengulangan langkah tiga kali. Bolak-balik tiga kali," kata Chelsie.

    Chelsie menegaskan pada pertandingan terakhir ia akan berusaha keras untuk menang melawan Luong Phuong Hanh. "Besok lawan Vietnam, peluang ada karena saya memegang buah putih. Saya akan berusaha," katanya.

    Pada babak terakhir, Pujari pun akan mendapat lawan yang berat, yaitu sang juara bertahan Keti yang kali ini menjadi unggulan ketiga berdasarkan elo rating dari Federasi catur internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.