Indonesia Turunkan Atlet Junior di Kejuaraan Asia Tenis Meja 2019

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta berusaha mengembalikan bola saat mengikuti pertandingan Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Universitas Terbuka (UT) - Tempo di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tanggerang Selatan, 20 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Seorang peserta berusaha mengembalikan bola saat mengikuti pertandingan Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Universitas Terbuka (UT) - Tempo di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tanggerang Selatan, 20 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Perhelatan tenis meja tingkat internasional, Asian Table Tennis Championship 2019, akan digelar pada 15-22 September 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta.

    Perhelatan ini bakal diikuti sekitar 500 atlet yang berasal dari 44 negara di Asia. Negara-negara yang kuat cabang tenis mejanya seperti Cina, Jepang, dan Korsel, serta negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand bakal ikut.

    Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI), Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Oegroseno menuturkan perhelatan itu disepakati di Yogyakarta setelah melakukan persiapan hampir kurang lebih satu tahun dan mendapat persetujuan dari PTMSI.

    "Lalu kami memohon Gubernur DIY untuk memberi dukungan penyelenggaraan kejuaraan tersebut," ujar Oegroseno dalam keterangannya usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Yogyakarta Rabu 26 Juni 2019.

    Dalam ajang ini kontingen Indonesia sebagai tuan rumah memilih menurunkan para petenis meja juniornya karena sebagai ajang kualifikasi sebelum menatap Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. “Kami akan mengirimkan atlet di bawah usia 18 tahun, tidak.masalah negara lain menurunkan seniornya," ujarnya.

    Mantan Wakapolri tersebut mengatakan turunnya atlet-atlet muda menjadikan ajang ini sebagai wahana pembinaan dan regenerasi kongkrit. Diharapkan petenis meja Indonesia yang tampil pada kejuaraan Asia memiliki pengalaman lebih dan mental kuat.

    Meski menurunkan atlet junior, sebelum menentukan siapa yang akan berlaga dalam kejuaraan ini, tetap diberlakukan seleksi ketat terhadap 16 petenis meja yang disiapkan dengan format promosi degadradasi. Rencananya para atlet yang tampil di Asian Games tahun lalu juga tidak diturunkan dulu dalam ajang kali ini.

    Pada kejuaraan tenis meja dua tahunan ini, negara-negara yang menjadi anggota Asia Table Tennis Union (ATTU) juga diproyeksikan tampil. Di antaranya negara Asia Tenggara, Timur, Tengah, Selatan, dan Barat. Oegroseno mengatakan sebanyak 500-an atlet dan ofisial dari 40 negara yang tergabung di ATTU bakal ambil bagian. “Kejuaraan ini kemungkinan kalau semua anggota ATTU ambil bagian ya diikuti ada 44 negara, tapi prediksi kita 35-40 negara Asia yang bakal tampil,” ujar dia.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?