Indonesia Open: Soal Winny, Liliyana Pesan Ini Pada Tontowi Ahmad

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pasangan Indonesia Tontowi Ahmad dan Winny Oktavina Kandow saat mengembalikan kok ke arah lawannya, pasangan India Satwiksairaj Rankireddy dan Ashwini Ponnappa dalam babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Aksi pasangan Indonesia Tontowi Ahmad dan Winny Oktavina Kandow saat mengembalikan kok ke arah lawannya, pasangan India Satwiksairaj Rankireddy dan Ashwini Ponnappa dalam babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain ganda campuran Tontowi Ahmad enggan membandingkan pasangannya saat ini, Winny Oktavina Kandow, dengan Liliyana Natsir. Ia mengatakan Winny merupakan sosok yang berbeda dengan Liliyana dan tak bisa disamakan.

    Tontowi menyebut kendati masih ada sedikit rasa kangen (bertanding bersama Liliyana) namun sikap itu harus segera dihilangkan. "Kalau kangen terus tidak bisa berubah. Saya tidak bisa dibayang-bayangi terus," ucapnya di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.

    Menjalani debut bersama Winny di Indonesia Open, Tontowi menilai, ada peran baru yang harus dimainkan di lapangan. Saat masih berpasangan dengan Liliyana, ia kerap mendapat semprotan bila melakukan kesalahan.

    Sebaliknya, kali ini pemain yang akrab disapa Owi itu diminta harus bisa membimbing Winny. "Sebelum tanding sempat ngobrol sama Butet (panggilan Liliyana). Pesannya jangan galak dan main tenang," kata Tontowi.

    Di laga pertama Indonesia Open 2019, Tontowi/Winny berhasil melaju ke babak dua setelah mengalahkan wakil India, Satwiksairaj Rankireddya/Ashwini Ponnappa dengan skor 21-13 dan 21-11. Di babak selanjutnya, Tontowi/Winny dipastikan bentrok dengan wakil Thailand.

    Tontowi menilai siapa pun yang bakal menjadi lawan mainnya mesti waspada dan hati-hati. "Ke depan makin berat. Kami akan pelajari calon lawannya," kata Tontowi Ahmad.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.