Setahun Jelang Olimpiade 2020, Tokyo Dinilai Paling Siap

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan Toyota Motor Corp menampilkan robot maskot Tokyo 2020 Miraitowa dan Someity yang akan digunakan untuk mendukung Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020, di Tokyo, Jepang 18 Juli 2019. Maskot untuk Paralimpik Tokyo 2020 dinamai Someity yang memiliki merah muda dan putih. REUTERS/Issei Kato

    Seorang karyawan Toyota Motor Corp menampilkan robot maskot Tokyo 2020 Miraitowa dan Someity yang akan digunakan untuk mendukung Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020, di Tokyo, Jepang 18 Juli 2019. Maskot untuk Paralimpik Tokyo 2020 dinamai Someity yang memiliki merah muda dan putih. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, menyatakan menjelang satu tahun pelaksanaan Olimpiade 2020, Tokyo memiliki persiapan terbaik dibandingkan semua kota yang menjadi tuan rumah pesta olahraga pada masa lalu.

    Bach datang ke Ibukota Jepang itu untuk menghadiri sejumlah acara guna merayakan satu tahun jelang upacara pembukaan di Stadion Nasional yang hampir rampung. Hanya tiga arena Olimpiade yang belum rampung dalam kunjungan Bach ke sana, demikian Reuters.

    Sekitar 3,22 juta tiket telah terjual di fase penjualan pertama akhir bulan lalu. Hal ini mengejutkan panitia penyelenggara sehingga kebijakan penjualan tiket mereka harus diubah. Lebih dari 200.000 orang di Jepang dan dari luar Jepang juga telah mendaftar sebagai sukarelawan untuk Olimpiade yang mengindikasikan sambutan yang luar biasa di negara itu.

    "Saya tak pernah melihat satu pun kota (tuan rumah) Olimpiade yang sangat siap satu tahun sebelum pesta digelar seperti yang telah dilakukan Tokyo," kata Bach kepada sejumlah ofisial dan jurnalis dalam sesi presentasi progres Tokyo.

    Acara perayaan itu termasuk peluncuran desain medali Olimpiade, presentasi duta besar pawai obor, penampilan permainan instrumen musik dawai tradisional Jepang shamisen, dan sejumlah pidato, termasuk oleh Perdana Menteri Shinzo Abe.

    "Enam tahun terakhi telah berlalu sangat cepat, dan saya senang mendengar jika persiapan telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan," kata Abe, mengingat penunjukan Tokyo sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 ketika di Buenos Aires 2013.

    Namun persiapan mereka bukan tanpa kendala. Tsunekazu Takeda mengundurkan diri tahun ini dari posisinya sebagai presiden Komite Olimpiade Jepang menyusul dugaan korupsi terkait pengajuan diri sebagai tuan rumah. Pada 2015 panitia penyelenggara membatalkan desain asli logo karena tuduhan plagiarisme.

    Dana yang dikeluarkan pada Desember 2018 menyentuh angka US$ 12,6 miliar jauh di atas prakiraan dana yang dibutuhkan yaitu di bawah US$ tujuh miliar. Kenaikan harga mungkin bisa diimbangi dengan pendapatan sponsor lokal yang melewati US$ 3 miliar, paling tinggi di antara Olimpiade lainnya.

    Tokyo juga harus meningkatkan fasilitas Olimpiade 2020 untuk menanggulangi panas seperti area berpayung, ruang tunggu berpendingin, kamar mandi dengan es untuk atlet, dan semprotan air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.