Raih Emas Kejurnas Atletik, Fredrick Saputra Keluhkan Soal Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Lompat Galah, Fredrick Saputra seusai meraih medali emas di Kejurnas Atletik di Stadion Pakansari, Selasa, 6 Agustus 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Atlet Lompat Galah, Fredrick Saputra seusai meraih medali emas di Kejurnas Atletik di Stadion Pakansari, Selasa, 6 Agustus 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejuaraan Nasional atau Kejurnas Atletik 2019 ini menjadi ajang pembuktian bagi Fredrick Saputra. Atlet lompat galah asal DKI Jakarta, 23 tahun, ini sukses menyabet medali emas setelah melakukan lompatan setinggi 5,32 meter.

    Fredrick menuturkan dirinya baru sekitar 7 tahun lalu menekuni cabang olahraga lompat galah. "Terjun lompat galah baru kelas 2 SMA, sekitar tahun 2012," katanya saat ditemui di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Dibandingkan dengan atlet lompat galah lain di pelatnas, ia tergolong telat mulai berlatih. Atlet lain di pelatnas, kata dia, sudah terjun di nomor galah sejak SMP. Bahkan, ia menyebut, postur tubuhnya juga sempat menjadi kendala baginya.

    "Saya, orang paling banyak kekurangan. Dari speed, tenaga, saya yang paling lemah di antara semuanya. Tapi saya adalah orang fighting, saya harus bisa seperti dia dan melebihi dia," tuturnya.

    Juara di Kejurnas ini tak hanya jadi ajang pembuktian. Bagi Fredrick, medali yang diraihnya ini, juga menjadi cambuk untuk bisa berprestasi di ajang kejuaraan yang lebih tinggi.

    Ia pun berharap mendapat kesempatan lebih banyak tampil di berbagai kompetisi. Dengan banyak kompetisi, ia optimistis bisa memperbaiki lompatannya. Sebab, menurut dia, percuma saja latihan jika tidak didukung dengan banyak pertandingan.

    Ia juga menyampaikan saran kepada Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) agar secara rutin mengirimkan atlet ke ajang kejuaraan di tingkat Asia untuk mengasah mental atlet, karena kejuaraan lompat galah di Tanah Air kurang.

    “Saran saya cuma diperbanyak saja try out pertandingan ke luar negeri," ujarnya. Selain itu, ia menambahkan, nomor lompat galah atletik juga harus mendapat perhatian. "Terkadang di Kejuaran Asia level remaja, nomor galah juga menyumbang medali emas."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.