Timnas AOV Indonesia untuk SEA Games 2019 Ditentukan Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hero Wiro Sableng dan game AOV (Arena of Valor). garena.co.id

    Hero Wiro Sableng dan game AOV (Arena of Valor). garena.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Garena Indonesia telah menyiapkan turnamen kualifikasi untuk Tim Nasional game Arena of Valor (AOV) yang akan dikirim berlaga di SEA Games 2019, Filipina. Kualifikasi akan digelar akhir pekan ini, 17-18 Agustus 2019.

    Sebelumnya, AOV sukses ditandingkan dalam gelaran Asian Games 2018 sebagai eksebisi. Di SEA Games 2019 ini, AOV akan dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi dan memperebutkan medali.

    Berdasarkan keterangan yang diterima Tempo, Rabu, 14 Agustus 2019, turnamen kualifikasi hanya bisa disaksikan di melalui Live Streaming di kanal Youtube Garena AOV Indonesia.

    Turnamen tersebut akan menghadirkan 8 tim profesional AOV Indonesia, yang terdiri dari 4 Tim ANC (AOV National Championship) Season 3 dan 4 Tim ASL (AOV Star League) Season 3. Delapan tim itu akan bertanding memperebutkan posisi Tim Nasional AOV di SEA Games 2019.

    Babak kualifikasi akan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Group Stage (BO2), Semifinal (BO3), dan Grand Final (BO5) yang menggunakan sistem Global Ban Pick (Global BP).

    SFI AOV, Power Danger E-Sports, Hertz NS, dan Pondok Gaming BarracX terpilih sebagai empat Tim ANC. Keempat tim ini masih akan bertanding di babak Grand Final ANC Season 3 pada 17 Agustus nanti untuk menentukan posisi mereka di Group Stage kualifikasi SEA Games AOV 2019.

    Sedangkan dari ASL Season 3, empat tim teratas akan dipilih berdasarkan hasil klasemen Week 3 yang berlangsung pada tanggal 14-16 Agustus. Saat ini EVOS.AOV memuncaki klasemen dengan mengumpulkan 12 poin dari empat pertandingan dan memiliki kesempatan terbesar untuk bertanding di Kualifikasi SEA Games AOV 2019.

    Empat tim lainnya SES ASLI ENAAAK (Saudara Esports), BOOM.ID, COMEBACK, dan Bigetron e-Sports (BTR) masih harus mengejar poin untuk memperebutkan tiga slot tersisa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.