Video Tinju Dunia: Mayweather Setuju Duel Lawan Pacquiao di Arab

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Floyd Mayweather Jr berhasil menghindari pukulan Manny Pacquiao, petinju asal Filipina itu kalah saat melawan Floyd, berdasarkan keputusan dewan juri, yang menghitung dari selisih poin. Las Vegas, Nevada, 3 Mei 2015. Al Bello/Getty Images

    Floyd Mayweather Jr berhasil menghindari pukulan Manny Pacquiao, petinju asal Filipina itu kalah saat melawan Floyd, berdasarkan keputusan dewan juri, yang menghitung dari selisih poin. Las Vegas, Nevada, 3 Mei 2015. Al Bello/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Floyd Mayweather Jr mengatakan dirinya setuju untuk bertarung ulang melawan Manny Pacquiao dalam pergelaran tinju dunia yang bakal diadakan di Arab Saudi.

    Rencana tersebut dikatakan Mayweather melalui sebuah rekaman video yang tidak jelas sumbernya dan disebarkan melalui media sosial.

    “Saya mengucapkan terima kasih, dan merupakan sebuah kehormatan diundang ke Arab Saudi untuk membahas rencana laga ulang Mayweather vs Pacquiao. Arab Saudi, Floyd Mayweather akan datang,” kata Mayweather dalam video tersebut.

    Diduga rekaman video tersebut diambil tahun lalu saat Mayweather berada di Tokyo dan bertemu Pacquiao. Saat itu Mayweather sedang mempersiapkan pertunjukan laga eksebisi melawan petarung MMA asal Jepang, Tenshin Nashukawa di Tokyo pada 31 Desember 2018.

    Mayweather menang KO ronde 1 dalam laga eksebisi tersebut, namun kelanjutan kabar soal pertemuannya dengan Pacquiao tak terdengar. Pacquiao sendiri lantas bertarung melawan Adrien Broner di Las Vegas pada 19 Januari 2019.

    Pertarungan tinju dunia Floyd Mayweather Jr vs Manny Pacquiao pertama digelar di Las Vegas pada 2 Mei 2015. Laga yang sempat tiga tahun ditunda tersebut dimenangi Mayweather dengan angka 12 ronde.

    BLEACHER REPORT | TALKSPORT 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.