Berikut Turnamen dan Liga Esports Terbesar di Dunia Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet eSports, Wong Hock Chuan. (liquipedia.net)

    Atlet eSports, Wong Hock Chuan. (liquipedia.net)

    TEMPO.CO, Jakarta - Di seluruh dunia, esports sedang naik daun dan tak terlihat melambat dalam waktu dekat ini. Apakah Anda ingin tahu soal gameplay turnamen esports yang dikemas penuh aksi antaratlet profesional atau mengikuti tim favorit Anda di liga olahraga.

    Ada beberapa turnamen dan liga esports yang digelar selama 2019, baik yang sudah berlangsung maupun yang baru akan digelar dalam waktu dekat ini. Berikut turnamen dan liga esports terbesar selama 2019.

    1. Turnamen esports teratas

    - Intel Extreme Masters

    Intel Extreme Masters adalah salah satu rangkaian turnamen esports terpanjang yang pernah ada. Turnamen ini hadir di sejumlah lokasi yang berbeda-beda di seluruh dunia, dan ditutup dengan Kejuaraan Dunia. Turnamen terakhir ini biasanya berlangsung di Katowice, Polandia.

    Turnamen Intel Extreme Masters terbaru digelar pada 13 Februari-2 Maret 2019. Termasuk game CS: GO (turnamen utama ke-14), Dota 2, Starcraft II, dan untuk pertama kalinya, Fortnite: Battle Royale.

    Turnamen yang lebih kecil masih akan diadakan sepanjang tahun. Dengan hadiah tambahan US$ 1 juta setara Rp 14,2 miliar untuk tim pertama yang memenuhi syarat menjadi pemenang empat turnamen dalam satu tahun.

    - Fornite World Cup Finals

    Final Piala Dunia Fortnite memperebutkan hadiah US$ 40 juta atau setara Rp 568 miliar. Total hadiah tersebut dijanjikan Epic Games, sebagai pengembangnya raksasa esports.

    Kualifikasi mingguan dimulai pada 13 April, dengan hadiah total US$ 1 juta atau Rp 14,2 miliar untuk dibagikan di antara kontestan yang menang setiap pekan. Dari sana, 100 pemain solo teratas dan 50 pemain duo teratas diundang ke New York untuk Final Piala Dunia Fortnite pada 26-28 Juli 2019.

    Pemain solo top, Bugha yang berusia 16 tahun dan tim duo teratas, Aqua dan Nhyrox, masing-masing membawa pulang US$ 3 juta setara Rp 42,6 miliar.

    -Evolution Championship Series

    Jika Anda penggemar game pertempuran, kemungkinan besar Anda pernah mendengar tentang Seri Kejuaraan Evolusi atau Evo. Evo dengan mudah menjadi turnamen esports terbesar, tumbuh dari tahun ke tahun sejak dimulai lebih dari 20 tahun, pada 1996.

    Turnamen tahun ini berlangsung di Las Vegas, Amerika pada 2-4 Agustus lalu. Turnamen ini menampilkan berbagai game pertempuran, termasuk Super Smash Bros, Ultimate, Tekken 7, Street Fighter V, Dragonball FighterZ, dan lainnya.

    - The International

    Internasional adalah turnamen Dota 2 utama yang menarik tim dari seluruh dunia. Setelah tahun ketiga turnamen pada 2013 dan seterusnya, Valve Corporation sebagai pengembang game telah mempermanis turnamen ini dengan menambahkan 25 persen dari total penjualan Battle Pass sebagai hadiah.

    Secara instan turnamen ini menjadi salah satu turnamen esports dengan bayaran terbaik di dunia, dengan edisi 2018 memperebutkan total uang tunai lebih dari US$ 25 juta atau setara Rp 355 miliar. International 2019 dijadwalkan berlangsung mulai 15-20 Agustus di Mercedes-Benz Arena Shanghai, Cina.

    Tim akan bersaing mendapatkan salah satu dari 18 tempat yang tersedia dalam serangkaian turnamen kecil yang dikenal sebagai Sirkuit Dota Pro. Dengan total hadiah lebih dari US$ 33 juta setara Rp 468,6 miliar, tidak mengherankan bahwa ini adalah salah satu turnamen esports terbesar dan paling populer di dunia.

    - CS:GO Majors

    Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO), yang hanya dikenal sebagai Majors, adalah turnamen esports dua tahunan yang disponsori oleh pengembang game, Valve Corporation. Mereka secara luas dianggap sebagai turnamen CS: GO paling bergengsi, dengan para pemain dari seluruh dunia yang bersaing.

    Meskipun hadiahnya dipasok oleh Valve, turnamen itu sendiri diselenggarakan oleh organisasi esports lainnya, termasuk ESL, Major League Gaming, dan DreamHack. Major terbaru terjadi di Intel Extreme Masters XIII, dengan tim Denmark Astralis yang memenangkan tempat pertama dengan hadiah US$ 500 ribu setara Rp 7,1 miliar.

    Edisi terbaru diadakan di Berlin, Jerman pada 20 Agustus-8 September 2019 dengan total hadiah senilai US$ 1 juta atau setara Rp 14,2 miliar. Ini akan menampilkan 24 tim dari empat wilayah kualifikasi: Amerika, Asia, CIS, dan Eropa.

    -Overwatch World Cup

    Piala Dunia Overwatch menampilkan banyak pemain yang sama dengan Liga Overwatch, tapi kali ini mereka bersaing untuk negara asal mereka bukan organisasi esports mereka. Pada 2018, empat negara menyelenggarakan turnamen kualifikasi untuk enam negara, dengan dua tim teratas pindah ke putaran final di BlizzCon.

    Sejauh ini, tidak ada negara yang mampu menandingi kehebatan para pemain Korea Selatan. Mereka menjadi juara tiga kali berturut-turut. Perlu dicatat bahwa para pemain yang berpartisipasi menerima hadiah yang sama, yaitu sebesar US$ 16 ribu atau setara Rp 227,2 juta.

    Hal ini seringkali dapat mengarah pada strategi menarik dan membuat turnamen menjadi lebih kompetitif. Tahun ini, Overwatch World Cup akan digelar pada 2-3 November 2019.

    2. Liga esports teratas

    -Overwatch League

    Overwatch League, atau OWL, baru saja memasuki musim kedua. Total hadiahnya lebih dari US$ 5 juta setara Rp 71 miliar. Jika belum pernah mendengarnya, OWL adalah liga olahraga resmi Blizzard-Activision untuk penembak pahlawan orang pertama mereka, Overwatch.

    Pada 2018 kompetisi itu adalah liga olah raga yang paling banyak ditonton, sebagian besar karena banyaknya jam liga disiarkan. Aksi ini tersebar dengan jadwal 28 pertandingan dengan empat tahap, yang panjangnya lima minggu.

    Setiap tahap diakhiri dengan turnamen playoff untuk kehormatan menjadi Juara Tahap, tapi hadiah sesungguhnya adalah setelah akhir tahap keempat. Grand final musim 2 OWL (jangan dikelirukan dengan Piala Dunia Overwatch di atas), akan memiliki tim top yang berlomba-lomba menjadi juara musim dan membawa pulang hadiah US$ 1 juta setara Rp 14,2 miliar.

    -League of Legend Championship Series

    Tahun ini, Riot Games resmi League of Legends esports mengalami rebranding, dengan NALCS berubah menjadi LCS, dan EULCS beralih ke League European Championship (LEC). Wilayah populer lainnya seperti LPL Cina dan LCK Korea tetap tidak berubah.

    Setiap musim dibagi menjadi dua bagian, musim semi dan musim panas, dengan permainan playoff split pendek dan turnamen Mid-Season Invitational terselip di antaranya. Kegembiraan sebenarnya adalah di Kejuaraan Dunia League of Legends, yang menyatukan tim-tim top dari semua wilayah untuk bersaing memperebutkan piala.

    Turnamen tahun lalu menarik hampir 75 juta pemirsa, yang menjadikannya sebagai acara olah raga paling ditonton tahun itu.

    - Call of Duty World League

    Sementara sebagian besar kompetisi penembak orang pertama terjadi di turnamen esports, Activision telah membentuk liga untuk franchise Call of Duty. Tahun ini liga memasuki musim keempat, dengan semua pertandingan dimainkan di Call of Duty versi PS4: Black Ops 4.

    Tidak seperti musim lalu, musim ini aksinya adalah semua mode tim 5v5, termasuk Hardpoint, Search & Destroy, dan tipe permainan Kontrol. Final berlangsung di Los Angeles pada Agustus, dengan hadiah lebih dari US$ 2 juta setara dengan Rp 28,4 miliar.

    - Rocket League Championship Series

    Liga esports untuk hit mobil-sepak bola Psyonix, Rocket League kembali lagi pada 2019 dengan hadiah US$ 1 juta setara Rp 14,2 miliar. Tahun ini sebuah wilayah telah ditambahkan karena Amerika Selatan bergabung dengan kawasan Amerika dan Eropa.

    Setelah serangkaian kualifikasi, aksinya akan dimulai pada awal April. Ada juga liga Rival sekunder untuk tim yang gagal lolos ke liga utama dengan uang hadiah US$ 100 ribu atau setara dengan Rp 1,42 miliar.

    -PUBG Global Championship

    Fortnite mungkin telah mencopot PUBG dalam perjuangan untuk supremasi battle royale, tapi PUBG mendorong kembali dengan diperkenalkannya PUBG Global Championship pada 2019. Musim ini dibagi menjadi tiga fase, yang masing-masing diikuti oleh satu atau lebih turnamen internasional, seperti Piala Bangsa PUBG.

    Ada enam Liga Pro regional di musim perdana: Amerika Utara, Eropa, Korea, Jepang, Cina, dan Cina Taipei. Ada juga tiga wilayah Pro Circuit yang lebih kecil untuk Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Oceana.

    Masing-masing akan menjadi tuan rumah acara regional sebelum mengirim tim top untuk bersaing secara internasional. Final PUBG Global Championship akan berlangsung mulai 23-24 November, dengan hadiah US$ 2 juta setara Rp 28,4 miliar.

    ANDROID AUTHORITY | KOTAKU | EXPRESS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.