Ada Nomor Putri di Turnamen eSports IDBYTE 2019

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet eSports, Zainab Turkie. (youtube)

    Atlet eSports, Zainab Turkie. (youtube)

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen Bubu eSports IDBYTE 2019 menggelar lomba permainan Players Unknown Battleground atau PUBG mobile. Di kejuaraan yang berjalan 13-14 September 2019 ini terdiri dari dua nomor, yakni putra dan putri.

    Chairwoman IDBYTE Esports 2019, Shinta Dhanuwardoyo, mengatakan penyelenggara sengaja membuat dua nomor karena ingin membawa misi kesetaraan. "IDBYTE Esports 2019 menyediakan nilai hadiah yang sama besarnya untuk turnamen divisi laki-laki dan perempuan," kata Shinta di Serpong, Tangerang, Jumat, 13 September 2019.

    Menurut dia, hadiah bagi nomor perempuan termasuk yang terbesar pertama di Asia Tenggara untuk turnamen eSports wanita. Shinta mengatakan turnamen ini menyediakan total hadiah Rp 750 juta. Sebanyak Rp 290 juta disiapkan untuk pemenang kategori pro player wanita. "Sulit menemukan ada kompetisi eSports yang nilai hadiah untuk turnamen pemain wanitanya lebih besar dari pemain pria," sebut Shinta.

    Total ada 16 tim eSports putri yang bersaing di turnamen PUBG Mobile IDBYTE 2019. Jumlah itu terdiri dari 12 tim pro player perempuan dan empat lainnya berasal dari babak kualifikasi regional di Jakarta dan Bandung.

    Ke-12 tim perempuan pro player berasal dari Belletron, Nara Pixels, Onic Ladies, Armored Project Ladies. Lalu ada WAW Love You, Rev Kamikaze, Louvre Angels, Saints Ladies, SFI-X-Girls. Berikutnya ada BOOM Siren, Victim Babes, dan The Prime Angels.

    Nama-nama itu sudah terkenal di Indonesia sebagai tim perempuan yang sering mengikuti kompetisi PUBG baik dari dalam maupun luar negeri. "Ini masih jadi awal, harapannya nanti pemain pria dan wanita bisa bermain langsung dalam satu turnamen bahkan satu tim," tutur Shinta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.