Olimpiade 2020: Pemindahan Lokasi Maraton yang Kecewakan Tokyo

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu stadion utama di Jepang untuk kegiatan Olimpiade Musim Panas 2020. Protothema.gr

    Salah satu stadion utama di Jepang untuk kegiatan Olimpiade Musim Panas 2020. Protothema.gr

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Olimpiade Internasional (IOC) tidak berencana mengubah keputusan memindahkan marathon Olimpiade 2020 dari Tokyo ke Sapporo. Namun, pejabat tinggi IOC, mengatakan tidak ingin meninggalkan Tokyo, tanpa konsensus soal kepindahan itu.

    John Coates, ketua Komisi Koordinasi IOC untuk Olimpiade Tokyo, mengatakan pada awal pertemuan reguler di Tokyo bahwa ia tidak ingin pergi pada akhir pekan ini, tanpa memperoleh pengertian dari masyarakat Tokyo mengenai kepindahan itu.

    Kepindahan itu tiba-tiba dibuat dua pekan lalu, karena kekhawatiran mengenai panas terik pada musim panas di Tokyo.

    "Kami berhutang kepada masyarakat Tokyo untuk memastikan mereka mendapat pengarahan sepenuhnya," kata Coates, Rabu, 30 Oktober 2019, seperti dilaporkan Reuters.

    Sementara itu Los Angeles Times melaporkan bahwa para pejabat Tokyo berang dengan keputusan para pemimpin Olimpiade tersebut.

    Khawatir dengan panas di wilayah ibu kota itu, Komite Olimpiade Internasional memutuskan untuk memindahkan kompetisi tersebut ke kota di utara, Sapporo, yang suhunya mungkin lebih dingin.

    Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, memberi respon singkat dengan mengatakan sangat terkejut mengetahui perubahan arah yang tiba-tiba ini.

    Pada Selasa lalu, anggota partai politik Koike menggelar konferensi pers yang menegaskan pemindahan tersebut akan menghabiskan biaya sekitar US$ 310 juta atau sekitar Rp 4,34 triliun.

    "Anda mendapat kesan bahwa tidak ada pertimbangan dibuat untuk para atlet atau penonton yang sudah membeli tiket dan yang menanti event ini, atau kemungkinan penonton yang akan bersorak di jalan-jalan,” kata Taro Shirato, anggota legislatif metropolitan yang juga atlet triathlon kepada reporter.

    Penyelenggara sebelumnya telah mengumumkan beberapa langkah untuk mengimbangi cuaca yang diperkirakan akan panas terik, termasuk waktu start lebih awal untuk maraton Olimpiade 2020 yang tidak biasa dan jalur dengan pohon-pohon di tepi jalan dan jalan raya yang dilapisi bahan pelindung panas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.