5 Tim E-sport yang Jadi Magnet Pihak Sponsor

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta berkonsentrasi saat mengikuti pertandingan Grand Final UniPin eSport Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2019  di Jakarta, Jumat, 8 November 2019. ANTARA/Nova Wahyudi

    Peserta berkonsentrasi saat mengikuti pertandingan Grand Final UniPin eSport Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2019 di Jakarta, Jumat, 8 November 2019. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pelaku usaha e-sport menuturkan bahwa potensi bisnis cabang olahraga virtual itu tak kalah seksi dengan olahraga konvensional. Presiden Direktur Aerowolf, Iwan Iman, misalnya, mengatakan berbagai pemilik merek komersial kini berlomba-lomba menyalurkan dukungan untuk tim e-sport.

    Riset Google, Temasek, dan Bain & Company yang berjudul “e-Conomy SEA 2019” memperkirakan pasar online game di Asia Tenggara sudah menyentuh US$ 4,2 miliar atau Rp 60,9 triliun. Adapun potensi pasar online game di Indonesia sekitar US$ 0,385 miliar atau Rp 5,3 triliun. Angka itu sekitar 11 persen dari nilai total pasar media online di Indonesia yang mencapai US$ 3,5 miliar. Rilis yang dilansir bulan itu juga menggambarkan sekitar 60-80 juta penduduk Indonesia memainkan game daring.

    Dengan perputaran uang sebesar itu, menurut Iwan Iman, para atlet e-sport menjadi etalase bagi bisnis industri game. Olahraga virtual ini juga mendatangkan rezeki bagi pelaku usaha lainnya. “Perlombaan e-sport bisa mendatangkan ribuan orang,” kata dia. Dari situlah muncul berbagai tenant makanan, pekerja tata panggung, hingga event organizer. Sejumlah klub papan atas e-sport memperebutkan sekitar 80 persen pasar sponsor Tanah Air.

    Di luar pemasukan sponsor, tim profesional lain seperti Evos juga mengembangkan bisnis dengan berjualan pernak-pernik klub. Misalnya kaus dan jaket klub. “Dua tahun lalu, penjualan pernak-pernik tim kami sekitar 3.000 unit per bulan. Sekarang sudah berlipat-lipat ganda,” kata Merchandise Manager Evos, Yansen Wijaya.

    Berikut lima tim kelas atas yang kerap menjadi jawara di tingkat nasional dan Asia Tenggara yang mulai kebanjiran pendanaan. Setiap klub setidaknya memperoleh sokongan dana dari investor hingga Rp 50 miliar.

    Evos
    Berdiri: 2016
    Cabang e-sport andalan: Dota 2; Mobile Legends; AOV
    Prestasi: Juara MPL Season 2 untuk kompetisi Mobile Legends; langganan ikut serta dalam kejuaraan major tingkat Asia-Pasifik; dan juara berbagai lomba tingkat Asia Tenggara dan Asia
    Sponsor: Nimotv; Pop Mie; Axe; Krip Krip
    Pengikut di media sosial: 2,1 juta

    RRQ
    Berdiri: 2017
    Cabang e-sport andalan: Dota 2; Mobile Legends; PUBG Mobile
    Prestasi: kualifikasi zona Asia Tenggara Dota 2 International pada 2014, 2016, dan 2018.
    Sponsor: Biznet; Asus; Sukro; Popmie; Cinema 21; Gopay
    Pengikut di media sosial: 1,3 juta

    Bigetron e-Sport
    Berdiri: 2017
    Cabang e-sport andalan: League of Legends; Mobile Legends; PUBG
    Prestasi: Juara 1 di AOV Game Prime Asia 2017; Juara 4 di Mobile Legends MPL Season 1
    Sponsor: Gopay; Red Bull; Bagus; Indachi; Mayasi
    Pengikut di media sosial: 502 ribu

    Onic Esports
    Berdiri: 2018
    Cabang e-sport andalan: Mobile Legends
    Prestasi: Juara Asia Tenggara MSC 2019 dan Piala Presiden Esports 2019

    Sponsor: Dana; Biznet; Fore Coffee; Asus; Stracing
    Pengikut di media sosial: 493,1 ribu

    Aerowolf
    Berdiri: 2017
    Cabang e-sport andalan: Rainbow Six Siege dan PUBG
    Prestasi: Ikut serta dalam kejuaraan dunia Rainbow Six di Jepang bulan ini
    Sponsor: Red Bull; Asus; Ternakopi; Genflix
    Pengikut di media sosial: 201,2 ribu

    Pendapatan lain:
    - Dukungan pribadi masing-masing atlet e-sport
    - Bayaran ganda dari Facebook bagi tim yang ingin menyiarkan langsung kegiatannya
    - Penjualan merchandise

    ANDI IBNU | SUMBER: e-Conomy SEA 2019 | NIELSEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.