Jadwal Semifinal dan Final Liga 2: Perebutan Tiket Promosi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Liga 2.

    Logo Liga 2.

    TEMPO.CO, Jakarta - Babak delapan besar Liga 2 Indonesia 2019 sudah tuntas digelar. Selanjutnya babak semifinal dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Jumat, 22 November 2019.

    Persita Tangerang sebagai juara Grup B akan berhadapan dengan Sriwijaya FC yang menjadi runner up Grup A. Sementara itu, Persik Kediri sebagai runner up Grup B akan menghadapi Persiraja Banda Aceh.

    Persita memastikan lolos ke semifinal setelah menang dramatis dalam laga terakhir babak penyisihan grup melawan PSMS Medan. Tim asuhan Widodo C. Putro mencetak gol penentu kemenangan 2-1 pada menit ke-87.

    Pelatih Persiraja, Hendro Susilo, langsung bergerak cepat membuat program persiapan ke babak semifinal setelah timnya memastikan lolos ke empat besar. Hal itu dia lakukan agar pemainnya tidak kehilangan fokus.

    Hendro mengatakan ada beberapa evaluasi yang akan dilakukan guna memaksimalkan potensi tim. Ini menjadi kunci karena peta persaingan empat besar akan semakin sengit.

    “Setelah ini, Kita akan recovery untuk semifinal, kami persiapkan tim lebih matang lagi,” tutur Hendri seperti laman Liga Indonesia.

    Laga final digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Senin, 25 November 2019. Pertandingan perebutan posisi ketiga akan dilangsungkan sebelum laga final, pada hari yang sama.

    Tim peringkat ketiga dan finalis nantinya akan promosi ke Liga 1 musim depan.

    Berikut jadwal semifinal Liga 2 Indonesia 2019:

    22 November 2019
    15.00 - Sriwijaya FC vs Persita Tangerang (TVOne)

    22 Novemver 2019
    19.00 - Persik Kediri vs Persiraja Banda Aceh (siaran tunda TvOne, 23.00 WIB)

    25 November 2019
    15.30 - Perebutan posisi ketiga

    25 November 2019
    18.30 - Laga final Liga 2.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.