Bidik Tiket Olimpiade 2020, Sapwaturrahman Harus Lewati 8,22 M

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sapwaturrahman. (instagram.com/sapwaturrahman)

    Sapwaturrahman. (instagram.com/sapwaturrahman)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) menargetkan tiga atletnya bisa berlaga di Olimpiade 2020 Tokyo. Salah satu atlet yang diproyeksikan berlaga di Olimpiade yakni Sapwaturrahman Sanapiah dari nomor lompat jauh putra.

    Sapwaturrahman mengaku peluangnya meraih tiket Olimpiade 2020 terbuka lebar. Atlet kelahiran 13 Mei 1994 ini mengatakan harus bisa melewati lompatan sejauh 8,22 meter untuk bisa berlaga di pesta olahraga terbesar di dunia.

    "Limit olimpiade itu hanya selisih 6 sentimeter dari best personal saya, jadi optimis bisa lolos," kata dia saat dihubungi Tempo, Kamis, 2 Januari 2019.

    Pada SEA Games 2019, atlet kelahiran Sumbawa ini berhasil meraih medali emas. Ia pun memecahkan rekor SEA Games dengan lompatan sejauh 8,03 meter. Salah satu lompatan terbaik dia torehkan di Asian Games 2018 dengan lompatan sejauh 8,09 meter. Lompatan itu mengantarkannya meraih medali perunggu.

    Mengenai persiapan untuk lolos ke Olimpiade 2020, Sapwaturrahaman mengikuti program dari pelatihnya Arya Yuniawan Purwoko. Untuk kejuaraan yang bakal diikuti di 2020, ia menunggu jadwal yang disiapkan oleh PB PASI. "Saya sebagai atlet hanya perlu menjalankan program yang diberikan," kata dia.

    Satu-satunya atlet dari atletik yang sudah mengantongi tiket ke Olimpiade 2020 adalah Lalu Muhammad Zohri. Manajer Pelatnas PB PASI, Mustara Musa, mengatakan sprinter berusia 20 tahun itu lolos setelah finis di posisi ketiga dalam lari 100 meter putra di Golden Grand Prix Osaka 2019 dengan torehan waktu 10.03 detik.

    "Kami masih ingin memberikan kesempatan kepada dua atlet terbaik kita atas nama Satwaturahman dan Emilia Nova (Atlet lari gawang 100 meter putri)," kata Mustara kepada Tempo, Senin, 30 Desember 2019.

    PASI, kata Mustara, memberikan kesempatan bagi kedua atlet itu untuk mengikuti ajang kualifikasi Olimpiade 2020. Secara head to head dan limit Olimpiade, Mustara menyebutkan peluang mereka berat karena persaingan di nomor itu ketat. Meski demikian, ia berharap Sapwa dan Emilia mampu memperbaiki rekor pribadi yang dimiliki. "Kami tetap dorong untuk peningkatan prestasi," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.