Misi Khusus Pereli Perempuan dalam Reli Dakar 2020 di Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tahun ini, Laia Sanz menargetkan masuk posisi 15 besar di kejuaraan Reli Dakar yang didominasi laki-laki itu. REUTERS

    Tahun ini, Laia Sanz menargetkan masuk posisi 15 besar di kejuaraan Reli Dakar yang didominasi laki-laki itu. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Reli Dakar 2020 diikuti sejumlah pereli perempuan, dan mereka ingin kehadirannya di salah satu ajang otomotif paling brutal itu dapat membantu memberdayakan perempuan, khususnya di Arab Saudi.

    Terdapat 13 orang pereli perempuan yang mengikuti Reli Dakar tahun ini. Mereka berasal dari Eropa, Afrika Selatan, dan Amerika Selatan.

    "Saya yakin merupakan suatu hal yang positif untuk memperlihatkan kepada semua orang di sini, bahwa perempuan dapat menjadi kuat dan bersaing, dan saya gembira dapat mewakili perempuan di sini," kata pereli kategori sepeda motor asal Spanyol, Laia Sanz, seperti dikutip Reuters.

    Keputusan panitia penyelenggara untuk memindahkan lokasi reli dari Amerika Selatan ke Arab Saudi sempat memicu kontroversi. Sebab, di kalangan Barat, Arab Saudi kerap dituding mengabaikan Hak Asasi Manusia (HAM) dan merepresi suara kaum termar
    jinalkan, termasuk aktivis feminis.

    "Ini mengejutkan, tetapi menurut saya merupakan hal yang bagus bahwa kami akhirnya dapat tampil di sini," tambah Sanz.

    Arab Saudi telah memulai program reformasi sosial dan ekonomi, dengan inisiatif Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

    Reformasi itu mencakup dicabutnya sejumlah larangan bagi perempuan. Perempuan di Arab Saudi kini dapat menyetir sendirian dan berpeluang memiliki paspor tanpa persetujuan wali laki-laki.

    Pereli putri lainnya, Camelia Liparoti, sependapat dengan Sanz.

    "Kami beruntung dapat menjadi atlet-atlet putri yang datang (ke Arab Saudi) untuk berkompetisi dan mampu mendemonstrasikan bahwa ada perempuan yang bergelut di dunia laki-laki," kata pereli 51 tahun itu.

    Sebagai upaya strategi diplomatis yang ditujukan untuk mengubah citra Arab Saudi di dunia internasional, pemerintah di sana telah menyuarakan keinginan mereka untuk lebih terbuka dan berinvestasi besar untuk menjadi tuan rumah acara hiburan, olahraga, dan kebudayaan.

    Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kompetisi olahraga dan acara musik yang menarik banyak penonton telah diselenggarakan di Jeddah dan Riyadh.

    Pada Oktober tahun lalu, Riyadh menjadi tuan rumah pertandingan gulat bebas putri untuk pertama kalinya. Saat itu, Natalya Neidhart bertarung melawan Lacey Evans dengan pakaian yang lebih tertutup dibanding dengan yang biasa mereka kenakan di ajang WWE.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.