Penjelasan Menpora Soal Roadmap Prestasi Olahraga Nasional

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Komite Olimpide Indonesia Raja Sapta Oktohari bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menjelaskan target Kontingen Indonesia di Olimpade Tokyo 2020, Kantor Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Selasa, 31 Desember 2019. TEMPO/Irsyan

    Ketua Umum Komite Olimpide Indonesia Raja Sapta Oktohari bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menjelaskan target Kontingen Indonesia di Olimpade Tokyo 2020, Kantor Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Selasa, 31 Desember 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mendapatkan instruksi dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menjalan roadmap atau peta jalan prestasi olahraga nasional yang telah digodok oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Salah satu konsepnya adalah pembangunan pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang direncanakan di lima lokasi sentra penyumbang atlet.

    Menpora menyebut, contohnya di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Nantinya, menurut dia, bisa digunakan untuk atlet. "Tapi harus didiskusikan betul," ujarnya di kantor Kemenpora, Kamis, 9 Januari 2020.

    Ia menambahkan, perencanaan yang baik bakal menghindari penunjukkan lokasi dengan serampangan. Ia pun menekankan bahwa intruksi dari Jokowi adalah pembangunan fasilitas tidak boleh mubazir. "Saya kalau sudah dapat kepastian cabang-cabang apa dan di mana, baru langsung melaporkan ke Pak Presiden," ucapnya.

    Perencanaan itu sudah bisa berjalan mulai tahun ini walau anggaran pembangunan belum bisa dialokasikan dari APBN 2020. Menurut dia, pembangunan lokasi pelatnas di lima lokasi sebagai bagian dari persiapan pembinaan sekaligus menyongsong Olimpiade 2032.

    Lokasi pelatnas itu nantinya bakal berisi atlet berusia 12-13 tahun. "Semua akan kami dorong fasilitasnya seperti soal latihan, soal gizi, soal sekolah, dan soal kesehatan," tutur dia.

    Zainudin menambahkan, lokasi pelatnas jangka panjang itu juga sebagai upaya mengubah pola training camp menjelang kejuaraan saja. Ia mengapresiasi jika program ini menjadi lintas sektoral di pemerintah. "Saya senang kalau Bappenas sudah ikut berbicara, Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," tuturnya.

    Sebelumnya, Bappenas telah membuat roadmap untuk prestasi olahraga Indonesia. Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga Bappenas, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, mengatakan prioritas prestasi itu fokus ke Olimpiade sebagai multievent terbesar di dunia.

    Menurut dia, ke depannya SEA Games yang diikuti sebagai wadah latih tanding mengukur kemampuan atlet. "Untuk Asian Games tetap diajadikan patokan prestasi di bawah Olimpiade," kata dia saat ditemui Tempo di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

    Perempuan yang akrab disapa Lisa ini mengatakan target mulai dipatok pada Olimpiade 2024. Menurut dia, roadmap prestasi olahraga telah dimasukkan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). "Kita targetkan tiga medali emas di Olimpiade 2024, target lebih jauh masuk delapan besar Olimpiade 2044," kata dia.

    Ia menyebutkan persiapan menuju peningkatan prestasi olahraga nasional mulai dipersiapkan tahun 2020. Menurut dia, salah satu langkah yang diambil dengan menetapkan 10 cabang olahraga untuk prioritas di Olimpiade. Jadi, kata Lisa, cabang olahraga prioritas itu bisa menjadi andalan untuk meraih medali emas.

    "Target tiga medali itu dipatok berasal dari bulu tangkis bisa dua emas, angkat besi ditarget satu emas, kami harap panahan juga bisa menyumbang," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.