Dua Juara Dunia Lahir dari indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Prestasi membanggakan muncul dari para pecatur cilik Indonesia yang bertarung pada 4th World Schools Chess Championships 2008 yang berlangsung di Singapura, 22-30 Juli 2008, silam. Kali ini Indonesia melahirkan dua juara dunia baru putri. Mereka adalah Medina Warda Aulia yang menjuarai Kelompok Umur 11 Tahun dan Chelsie Monica Sihite di KU-13 tahun. Yang lebih mengesankan, Medina sudah memastikan gelar juara dunia pada satu babak sebelum turnamen berakhir. Pecatur cilik didikan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) itu mencetak angka sempurna 8 dari 9 babak yang akan dimainkan, jauh meninggalkan saingan terdekatnya Anna Styazhkina dari Rusia dengan perbedaan dua angka. Pada babak terakhir Medina bermain remis singkat dengan rekan senegaranya Fransiska Fortunata, sementara Anna menang dari Monika Manuela Hengki dari Indonesia juga. Sehingga ranking akhirnya Medina 8,5 angka, Anna 7 angka. Sekeping perungu juga direbut pecatur Indonesia Yuni Veronika 6 angka. Bertarung DramatisAdapun raihan medali emas yang diraih Chelsie Monica Sihite, didapat lewat pertarungan yang lebih dramatis. Chelsie yang pada babak keenam sempat kalah WO lantaran keteledoran manajer tim yang tidak tahu jadwal pertandingan, mampu merebut kemenangan pada tiga babak berikutnya. Pada babak terakhir, Chelsie menaklukkan pecatur bergelar MFW Adriana Pachon dari Kolumbia, sementara pimpinan klasemen Anjana Khrisna dari India dikalahkan MFW Danielle Ho En Huei dari Singapura. Dengan demikian, poin Anjana berhasil disamakan Chelsie dengan 7 angka. Dalam perhitungan nilai tie-break Chelsie dinyatakan unggul atas Anjana dengan 51 angka berbanding 48. Dengan demikian pecatur cilik asal Balipapan itu berhak atas medali emas. Tentu saja PB Percasi bangga dan gembira sekali karena ini berarti tradisi juara dunia pada World School Chess Championship tetap terpelihara, komentar Ketua Harian PB Percasi Eka Putra Wirya, seperti yang dikutip dari situs Indochess. Keberhasilan ini mengulang sejarah pecatur Indoensia yang berkiprah di World Schools Chess Championships. Pada perhelatan sebelumnya Indoensia merebut juara melalui Aston Taminsyah (pada 2005 dan 2006), dan Farid Firmansyah (2007). Bobby Chandra

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.