Presiden Jokowi Ingin Bangun Pelatnas untuk 5 Cabang Olahraga

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (ketiga kiri) didampingi Sekjen PBSI Achmad Budhiarto (kanan) meninjau Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, Kamis 6 Februari 2020. Peninjauan tersebut untuk memantau kesiapan para atlet Pelatnas PBSI yang akan mengikuti Kejuaraan Beregu Asia 2020 di Filipina pada 11-16 Februari 2020 sekaligus sebagai kualifikasi Piala Thomas dan Uber zona Asia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (ketiga kiri) didampingi Sekjen PBSI Achmad Budhiarto (kanan) meninjau Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, Kamis 6 Februari 2020. Peninjauan tersebut untuk memantau kesiapan para atlet Pelatnas PBSI yang akan mengikuti Kejuaraan Beregu Asia 2020 di Filipina pada 11-16 Februari 2020 sekaligus sebagai kualifikasi Piala Thomas dan Uber zona Asia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi ingin membangun pusat pelatihan di sejumlah daerah untuk cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.  
    "Tahap awal lima cabang olahraga, sekarang kita masih diskusi dengan para stakeholder dan para profesor di bidang keolahragaan," kata Menpora Zainudin Amali di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.

    Menurut dia, salah satu contoh cabang olahraga yang telah memiliki fasilitas lengkap yakni bulu tangkis. Ia menyebutkan bahwa Pelatnas Bulu Tangkis Cipayung bakal menjadi referensi untuk membangun training camp cabang olahraga prioritas Olimpiade lainnya.

    "Arahan Presiden, pelatnas itu dibuat lengkap. Ada tempat latihan cukup memadai, ada asramanya, ada dokternya, ada ahli nutrisinya, bahkan kalau perlu kita lengkapi dengan psikolog," kata dia.

    Zainudin masih terus mengkaji lima abang prioritas yang bakal dibangukan pusat pelatihan. Ia juga bakal mensinergikan dengan 10 cabang prioritas Olimpiade yang telah ditetapkan oleh Bappenas.  

    Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah membuat road map atau peta jalan untuk prestasi olahraga Indonesia. Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga Bappenas, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, mengatakan prioritas prestasi itu fokus ke Olimpiade sebagai multievent terbesar di dunia.

    Menurut dia, ke depannya SEA Games diikuti sebagai wadah latih tanding mengukur kemampuan atlet. "Untuk Asian Games tetap diajadikan patokan prestasi di bawah Olimpiade," kata dia saat ditemui Tempo di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

    Perempuan yang akrab disapa Lisa ini mengatakan, target mulai dipatok pada Olimpiade 2024. Menurut dia, road map prestasi olahraga telah dimasukkan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). "Kita targetkan tiga medali emas di Olimpiade 2024, target lebih jauh masuk 8 besar Olimpiade 2044," kata dia.

    Ia menyebutkan persiapan menuju peningkatan prestasi olahraga nasional mulai dilakukan tahun 2020. Menurut dia, salah satu langkah yang diambil dengan menetapkan 10 cabang olahraga untuk prioritas di Olimpiade. Jadi, kata Lisa, cabang olahraga prioritas itu bisa menjadi andalan untuk meraih medali emas.

    "Target tiga medali itu dipatok berasal dari bulu tangkis bisa 2 emas, angkat besi ditarget 1 emas, kami harap panahan juga bisa menyumbang," kata dia.

    Kategori selanjutnya yakni induk  dari olahraga seperti senam, renang, dan atletik. "Empat cabang olahraga lainnya yang diharapkan bisa berprestasi seperti panjat tebing, balap sepeda, dayung, dan taekwondo," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.