Piala Dunia Basket 2023: Indonesia Bangun Stadion Mewah

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Indonesia Jamarr Johnson (tengah) melakukan lay-up melewati pemain Thailand Bandit Lakha di   penyisihan Grup A Asian Games 2018 di Hall Basket Senayan, Jakarta Senin (20/8/2018). ANTARA FOTO/INASGOC/Wahyudin

    Atlet Indonesia Jamarr Johnson (tengah) melakukan lay-up melewati pemain Thailand Bandit Lakha di penyisihan Grup A Asian Games 2018 di Hall Basket Senayan, Jakarta Senin (20/8/2018). ANTARA FOTO/INASGOC/Wahyudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia bakal membangun stadion basket mewah sesuai dengan standar FIBA, yaitu dapat menampung hingga 20.000 penonton untuk penyelenggaraan Piala Dunia Basket 2023.

    Hal itu disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali selepas menghadiri rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020, membahas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023.

    "Kita harus membangun satu atau beberapa tempat sesuai dengan kriteria dari FIBA. Mereka mensyaratkan minimal ada satu tempat yang bisa menampung penonton minimal 10.000 orang. Sekarang ini kan kita tidak punya," kata Zainudin saat ditemui di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa.

    FIBA mensyaratkan agar venue pertandingan dapat menampung setidaknya 8.000 penonton. Namun hingga kini, Indonesia masih belum memiliki stadion berkapasitas sebesar itu.

    "Istora (Senayan) yang paling besar itu setelah dipotong paling hanya mampu menampung sekitar 5.000 orang," katanya.

    Zainudin menambahkan, persiapan pembangunan venue tersebut juga sudah dibicarakan antara Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut.

    Soal lokasi, Zainudin mengatakan bahwa stadion tersebut harus ada di Jakarta sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023 bersama dengan Okinawa, Jepang dan Manila, Filipina.

    "Nah ini yang harus kita lakukan segera dan tentu lokasinya harus di Jakarta dan tanah milik pemerintah," ucapnya.

    Namun sebelumnya, pemerintah, lanjut Zainudin, masih merancang instruksi presiden (Inpres) yang akan menjadi dasar hukum dari pelaksanaan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023 itu.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas itu juga meminta para pejabat dan menteri terkait agar segera mempersiapkan venue pertandingan yang sesuai dengan standar FIBA.

    "Saya juga minta agar venue yang akan digunakan sebagai tempat bertanding disiapkan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh FIBA, mulai dari tempat duduk ruang ganti, lapangan pertandingan pakai kayu, area untuk hospitality, jaringan internet, dan layanan yang lainnya," kata Presiden Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.