Usulan Olimpiade 2020 Ditunda dari PM Abe, Ketua IOC Mendukung

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembawa obor dan aktris Satomi Ishihara (ka), salah satu Duta Resmi Estafet Obor Tokyo 2020 berpose dengan obor Olimpiade saat latihan sebagai bagian dari Estafet Obor Olimpiade Tokyo 2020 di Hamura, pinggiran kota Tokyo, Jepang, Sabtu (15/2/2020). (REUTERS/Athit Perawongmetha/wsj/cfo)

    Pembawa obor dan aktris Satomi Ishihara (ka), salah satu Duta Resmi Estafet Obor Tokyo 2020 berpose dengan obor Olimpiade saat latihan sebagai bagian dari Estafet Obor Olimpiade Tokyo 2020 di Hamura, pinggiran kota Tokyo, Jepang, Sabtu (15/2/2020). (REUTERS/Athit Perawongmetha/wsj/cfo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Usulan memundurkan jadwal Olimpiade 2020 selama setahun datang dari Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang disampaikan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach melalui percakapan telepon, Selasa, 24 Maret 2020.

    Abe menyampaikan hasil pembicaraan tersebut kepada wartawan di tengah meningkatnya kewaspadaan pandemi virus corona atau COVID-19.

    "Kami menanyakan pada Bach untuk mempertimbangkan penundaan selama satu tahun agar nantinya semua atlet bisa bermain pada kondisi terbaik, dan memastikan agenda ini bisa berlangsung dengan aman bagi penonton. Presiden Bach mengatakan bahwa ia setuju 100 persen," kata Abe menyampaikan hasil pembicaraannya sebagaimana dilaporkan Reuters.

    Tokyo sebelumnya telah menyelesaikan fase persiapan Olimpiade saat COVID-19 mulai merebak secara global. Meski sempat memaksa agar gelaran tersebut berlangsung sesuai jadwal  24 Juli hingga 9 Agustus 2020, namun pada awal pekan Abe sempat mengutarakan gagasannya akan penundaan yang tak terelakkan.

    Gubernur Tokyo Yuriko Koike pada kesempatan yang berbeda mengatakan bahwa Olimpiade Tokyo nantinya akan dilaksanakan pada musim panas 2021, namun tetap mengusung nama "Olimpiade Tokyo 2020".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.