PON 2020 Papua Berpotensi Ditunda Bila Masih Ada Ancaman Corona

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kangpo dan Drawa,. dua maskot PON 2020 Papua yang diluncurkan di Jakarta pada Rabu 20 November 2019. (Antara)

    Kangpo dan Drawa,. dua maskot PON 2020 Papua yang diluncurkan di Jakarta pada Rabu 20 November 2019. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON 2020 yang rencananya berlangsung di Papua kemungkinan besar ditunda karena adanya pandemi virus corona atau Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

    "Kemungkinannya sangat besar ditunda bila situasi corona masih mengancam Papua dan Indonesia," kata Ma'ruf dalam video conference di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Maret 2020.

    Saat ini, virus corona telah masuk ke Papua. Tercatat sudah ada tiga orang pasien positif terkena virus corona di daerah tersebut.

    Para pasien itu muncul dalam kurun waktu beberapa hari terakir. Menghadapi hal itu, Pemerintah Provinsi Papua bertindak cepat untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut. Salah satunya dengan menetapkan batasan waktu berkegiatan bagi warganya. Selain itu, mereka juga membatasi akses masuk dan keluar dari Papua di pintu jalur udara dan laut.

    Ma'ruf menambahkan, ia belum bisa memastikan kapan PON 2020 bakal digelar jika nanti akhirnya ditunda. Ia menegaskan saat ini pemerintah masih terus memantau situasi sebelum membuat keputusan akhir.

    PON 2020 Papua semula dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2020 hingga 2 November 2020.

    "Tentang PON itu akan terus diamati. Kalau nanti memang corona itu masih belum hilang artinya masih merupakan ancaman, pasti akhirnya akan ditunda," kata Ma'ruf.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.