Olimpiade 2020 Ditunda, PB PASI Masih Berpeluang Tambah Atlet?

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sprinter Indonesia Lalu Muhammad mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Dunia Atletik 2019 dengan rutin latihan meningkatkan teknik berlari, Stadion Madya Senayan, Selasa, 3 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Sprinter Indonesia Lalu Muhammad mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Dunia Atletik 2019 dengan rutin latihan meningkatkan teknik berlari, Stadion Madya Senayan, Selasa, 3 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Olimpiade 2020 Tokyo sudah resmi ditunda hingga setahun ke depan. Namun soal aturan kualifikasi Olimpiade cabang atletik, belum ada keputusan final dari federasi atletik internasional, World Athletics (WA).

    Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) masih menunggu keputusan final WA. Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung, melihat ada kemungkinan masa kualifikasi diperpanjang.

    "Jadi kami masih menunggu dari World Athletics bagaimana kepastiannya karena untuk kualifikasi dan pertandingan yang lain sebelumnya dibatalkan. Pembatalan itu membuat proses kualifikasi terhambat, jadi belum tahu juga ke depannya bagaimana," kata Tigor saat dihubungi, Kamis, 26 Maret 2020, seperti dikutip dari Antara.

    Kualifikasi Olimpiade 2020 untuk cabang atletik seharusnya berakhir pada Juni tahun ini. "Sebelum ini yang kami ketahui kualifikasi itu sampai bulan Juni untuk atletik. Apakah ini bakal diperpanjang atau tetap sampai bulan Juni saja, kami belum tahu," tuturnya.

    Namun, dengan adanya penundaan, Tigor menilai ada kemungkinan masa kualifikasi diperpanjang. Apabila itu terjadi, dia melanjutkan, masih ada harapan bagi PB PASI menambah perwakilan atletnya ke Tokyo tahun depan menemani Lalu Muhammad Zohri yang sudah lebih dulu memastikan tiket ke Olimpiade 2020.

    PB PASI mengharapkan dua atlet lain, yaitu pelari gawang Emilia Nova dan atlet lompat jauh Sapwaturrahman, bisa tampil di olimpiade.

    Tigor menambahkan, meski Olimpiade 2020 diundur, PB PASI tetap melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap para atlet. Saat ini, mereka sedang berlatih di daerahnya masing-masing, menyusul adanya keputusan pemulangan atlet terkait kondisi pandemi virus corona atau Covid-19 yang sedang terjadi.

    Lalu Muhammad Zohri, termasuk atlet yang dipulangkan ke kampung halamannya di Lombok, Nusa Tengara Barat. Dia pulang dibekali latihan khusus.

    Menurut data Reuters, tercatat sudah ada 57 persen dari total 11 ribu atlet yang sudah lolos Olimpiade. Sementara 43 persen kuota yang masih tersisa baru akan dibahas oleh IOC dan federasi olahraga internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.