5 Alasan KONI DIY Usulkan PON Papua Berjalan Sesuai Jadwal

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Utama Papua Bangkit di Jayapura, Papua, yang akan menjadi salah satu arena PON 2020. (kemenpora.go.id)

    Stadion Utama Papua Bangkit di Jayapura, Papua, yang akan menjadi salah satu arena PON 2020. (kemenpora.go.id)

    TEMPO.CO, Yogyakarta -  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong tahapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 atau PON Papua dibiarkan berjalan sesuai jadwal sementara, walaupun April ini pandemi virus corona tampak belum mereda.

    KONI DI Yogyakarta menuturkan ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan sebelum buru-buru mengubah agenda PON yang sedianya berlangsung 20 Oktober hingga 2 November 2020 nanti itu.

    "Saran kami tahapan PON sementara ini biar tetap berjalan sesuai jadwal, hingga 19 Juli 2020 untuk tahapan entry by name (atlet)," ujar Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto kepada Tempo Senin 6 April 2020.

    Djoko menyebut setidaknya ada lima alasan mengapa tak perlu buru buru mengubah tahapan pelaksaan PON yang masih berlangsung setengah tahun lagi itu.

    "Pertama, ada tiga kepentingan yang perlu dipertimbangkan yakni dari pusat, daerah dan tuan rumah," ujarnya.

    Alasan kedua, Djoko menilai perlu memperhatikan masa tanggap darurat corona yang ditetapkan sampai 29 Mei 2020.

    "Harapan kami setelah masa tanggap darurat itu pandemi benar benar berakhir, sehingga PON tetap bisa dilaksanakan Oktober," ujarnya.

    Alasan ketiga, jika pelaksanaan PON dimundurkan tahun depan misalnya Januari atau Februari 2021, Djoko menilai anggaran APBN maupun APBD masih belum siap.

    "Pertimbangan keempat, jika mundur terlalu jauh misalnya Juni atau Juli 2021, event ini akan memberatkan anggaran daerah karena beban untuk pemusatan latihan di daerah lebih panjang," ujarnya.

    Terakhir, ujar Djoko, pengubahan jadwal PON jika tergesa-gesa akan mengacaukan periodisasi latihan dalam anual planning karena atlet harus mengulang mulai tahapan general physical preparation lagi.

    Djoko menuturkan pihaknya berharap pandemi corona segera mereda. Namun jika sampai bulan Juli 2020 ini situasi dampak wabah belum mereda, pihaknya mengusulkan penyelenggaraan PON baru dimundurkan tahun 2021, sekitar di bulan Maret atau April.

    Pada bulan Juli 2020 nanti persiapan tim kontingen PON Papua sudah masuk pada periode prakompetisi. "Jika di bulan Juli nanti Pemerintah menyatakan kondisi aman atau pandemi mereda maka Oktober aman untuk tetap menggelar PON sesuai jadwal," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.