Bulu Tangkis: Kevin Sanjaya Tertekan Hadapi Ekspektasi Publik

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) berupaya mengembalikan kok ke arah lawannya, Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo dalam final All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Ahad, 15 Maret 2020. REUTERS/Andrew Boyers

    Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) berupaya mengembalikan kok ke arah lawannya, Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo dalam final All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Ahad, 15 Maret 2020. REUTERS/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo mengaku tertekan dengan ekspektasi publik yang tinggi terhadap dirinya saat tampil dalam berbagai kejuaraan bulu tangkis dunia.

    “Tertekan batin, jiwa, raga dan semuanya,” kata Kevin dalam wawancara virtual di Instagram live bersama PB PBSI, Sabtu.

    Pasalnya, Kevin saat ini menduduki peringkat satu dunia ganda putra bersama rekannya, Marcus Fernaldi Gideon. Ekspektasi masyarakat yang mengharapkan dirinya bisa menjadi juara pada setiap turnamen pun kerap membebani pikirannya.

    Meski begitu, pebulu tangkis berusia 23 tahun itu mencoba untuk tetap fokus dan lepas memberikan penampilan yang terbaik saat menghadapi lawan-lawannya di lapangan. “Tapi kalau lagi main enggak memikirkan ekspektasi masyarakat. Fokus bermain aja,” tuturnya.

    Selama lima tahun berkarier sebagai pebulu tangkis profesional, Kevin sudah menorehkan sederet prestasi dan telah mengumpulkan lebih dari 30 gelar.

    Sayang, pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis yang menjadi salah satu target utamanya tahun lalu, Kevin/Marcus harus angkat kaki di babak kedua setelah gagal membendung perlawanan Choi Solgyu/Seo Seung-jae (Korea Selatan).

    Kegagalan meraih podium juara juga dirasakan Marcus/Kevin saat harus menelan kekalahan dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) di semifinal BWF World Tour Finals 2019.

    Ketidakberuntungan itu berlanjut di All England 2020. Kevin/Marcus dikalahkan wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. “Memang sepanjang karier lebih banyak gagalnya,” ucap Kevin.

    Lantas, Kevin mengingatkan kepada para penggemar untuk selalu mendukung atlet bulu tangkis, baik saat mereka menang maupun kalah.

    “Tetap dukung atlet bulu tangkis Indonesia. Menang kalah tetap didukung karena kita juga akan selalu memberikan penampilan terbaik. Kita juga sebenarnya enggak mau kalah,” kata dia.

    Setelah gagal meraih juara di Kejuaraan Dunia 2019, Kevin/Marcus ditargetkan untuk meraih medali pada Olimpiade Tokyo yang bakal digelar 23 Juli- 9 Agustus 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.