Daftar Terkaya Forbes: Wabah Corona Potong Penghasilan Atlet

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daftar 15 atlet terkaya Forbes 2020. (forbes,com)

    Daftar 15 atlet terkaya Forbes 2020. (forbes,com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penghasilan atlet menurun drastis akibat wabah corona menghentikan semua pertandingan dan kompetisi lebih dari 3 bulan mulai Maret 2020. Hal ini terlihat dalam daftar atlet terkaya 2020 versi Forbes, yang diumumkan Jumat, 29 Mei 2020.

    Petenis Roger Federer langsung bertengger di posisi teratas untuk pertama kalinya karena penghasilan pemain sepak bola seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo dan Neymar merosot tajam. Sebelumnya, para pemain bola hanya dibayar 30 persen karena kompetisi tidak bergulir akibat wabah corona.

    Forbes menyusun peringkatnya berdasarkan penghasilan atlet baik dari hadiah, kontrak dan endorsment mulai 1 Juni 2019 sampai 1 Juni 2020.  

    Dalam daftar terbaru ini, penghasilan atlet elit dunia turun untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Menurut peringkat Forbes 2020 corona menimbulkan malapetaka pada olahraga karena membatalkan atau menunda banyak kompetisi dan pertandingan untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

    Sebanyak 100 atlet dengan bayaran tertinggi secara kumulatif berpenghasilan 3,6 miliar dolar AS (Rp 52,7 triliun) tahun ini, atau lebih kecil 9 % dibanding 2019 dan penurunan pertama sejak 2016, ketika petinju Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao mencatatkan penghasilan Rp 586 miliar dari pertandingan mereka Mei 2015.

    Roger Federer mengambil posisi teratas untuk pertama kalinya, dengan penghasilan sebelum pajak sebesar Rp 1,5 triliun, melampaui Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, yang bergantian memimpin dalam tiga dari empat tahun terakhir.

    Kedua ikon sepak bola itu secara gabungan menghasilkan Rp 3 triliun selama 12 bulan terakhir, atau turun Rp410 miliar dibandingkan 2019, karena pengurangan gaji di banyak klub sepak bola Eropa ketika pertandingan liga dihentikan pada bulan Maret.

    Sejumlah kompetisi mulai bergulir, namun tidak bisa menghadirkan penonton di stadion karena wabah corona belum teratasi.

    FORBES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.