New Normal Olahraga: KONI Minta Pelatih Siapkan Program Baru

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Defia Rosmaniar (kiri) dan atlet Iran, Marjan Salahhouri di final taekwondo Poomsae tunggal putri dalam Asian Games 2018 di Jakarta, Ahad, 19 Agustus 2018. Defia tak kuasa menahan air matanya saat disalami Presiden Jokowi seusai merebut medali emas. TEMPO/Amston Probel

    Aksi Defia Rosmaniar (kiri) dan atlet Iran, Marjan Salahhouri di final taekwondo Poomsae tunggal putri dalam Asian Games 2018 di Jakarta, Ahad, 19 Agustus 2018. Defia tak kuasa menahan air matanya saat disalami Presiden Jokowi seusai merebut medali emas. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman meminta semua pelatih membuat program latihan baru memasuki tatanan normal baru atau new normal yang akan diterapkan saat pandemi corona belum sirna.

    Sebagian atlet nasional saat ini terpaksa berlatih secara mandiri di rumah setelah dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Kondisi tersebut, menurut Marciano, akan berdampak pada persiapan menuju kejuaraan single maupun multi event yang padat di tahun depan.

    Oleh karena itu, pelatih harus bisa membuat program latihan baru menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

    "Yang penting para pelatih harus bisa memprogram kembali latihan para atlet yang disiapkan untuk kejuaraan agar bisa mencapai puncaknya pada 2021," kata Marciano dalam telekonferensi pers di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020.

    "Atlet-atlet daerah disiapkan untuk PON 2021, lalu ada juga yang difokuskan SEA Games. Pelatih harus memprogram ulang latihan sehingga di Vietnam tahun depan (atlet) bisa mengulang prestasi seperti di Manila," katanya menambahkan.

    Pada kesempatan yang sama, para atlet juga mengeluhkan tantangan ketika harus latihan mandiri di rumah. Program latihan yang sudah direncanakan sejak awal oleh jajaran pengurus besar cabang olahraga pun banyak yang gagal terlaksana.

    Pemanah Riau Ega Agatha, misalnya, menyampaikan bahwa dia dan rekan-rekannya seharusnya menjalani uji coba ke luar negeri pada Maret lalu, namun seiring dengan adanya pandemi, kejuaraan tersebut resmi dibatalkan.

    Kondisi pandemi yang tak kunjung berakhir ini juga membuat PP Perpani belum menentukan dimulainya kegiatan pelatnas, sehingga program latihan, kata Ega, masih mengikuti arahan pelatih di daerah.

    Atlet wushu, Edgar Xavier Marvelo, mengeluhkan kesulitan yang ia hadapi ketika harus berlatih di rumah dengan ruang gerak yang sangat terbatas.

    "Kendala agak banyak. Wushu membutuhkan tempat latihan yang luas dan empuk. Latihan tidak maksimal dan hanya latihan dasar saja," kata Edgar.

    Hal senada disampaikan atlet taekwondo Defia Rosmaniar yang mengatakan bahwa berlatih sendiri di rumah tanpa lawan tanding cukup membosankan. "Atlet yang satu daerah juga masih takut-takut untuk keluar," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.