Efek George Floyd: Michael Jordan Beri Rp 1,4 T untuk Antirasisme

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Jordan. (reuters)

    Michael Jordan. (reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Michael Jordan menyumbangkan 100 juta dolar atau sekitar Rp 1,4 trlilun untuk kegiatan memperjuangkan kesetaraan ras dan keadilan sosial. Ide ini muncul di tengah aksi anti-rasisme di AS dan belahan dunia lain menyusul kematian George Floyd.

    Legenda NBA itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia dan merek Jordan miliknya akan mendistribusikan uang selama 10 tahun.

    Uang itu untuk sejumlah organisasi yang berjuang mengatasi "rasisme yang mendarah daging".

    Gerakan anti-rasisme meledak di AS setelah kematian George Floyd saat ia ditangkap polisi karena dugaan pemalsuan uang. Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata, meninggal pada 25 Mei 2020 setelah seorang polisi kulit putih menekankan lututnya pada leher korban selama lebih dari delapan menit.

    Ribuan warga turun ke jalan di Paris, Prancis, memprotes tewasnya pria kulit hitam Adama Traore, 24 tahun, akibat tindakan polisi seperti pada kasus George Floyd. France24

    "Kami mengumumkan komitmen bersama dari Michael Jordan dan Jordan Brand untuk menyumbangkan 100 juta dolar selama 10 tahun ke depan. Kami harus bergabung dengan masyarakat, pemerintah dan pemimpin masyarakat untuk menciptakan dampak yang bertahan lama bersama," kata Craig Williams, presiden Jordan Brand.

    "Masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan untuk mendorong dampak nyata bagi komunitas kulit hitam. Kita memikul tanggung jawab."

    Berbicara minggu lalu, Jordan mengatakan dia "sangat sedih, benar-benar sedih dan benar-benar marah".

    "Saya melihat dan merasakan sakit, kemarahan, dan frustrasi semua orang," katanya. "Saya mendukung orang-orang yang menyebut rasisme dan kekerasan yang berurat berakar pada orang kulit berwarna di negara kita.

    "Kita sudah cukup."

    Manajer dan juru bicaranya Estee Portnoy mentweet pernyataan tentang donasi yang akan disebarkan selama sepuluh tahun ke depan itu.

    "Jordan Brand adalah kita, Komunitas Hitam. Jordan Brand lebih dari satu pria. Sebuah keluarga."

    "Kami mewakili keluarga yang bangga yang telah mengatasi rintangan, berjuang melawan diskriminasi dalam komunitas di seluruh dunia dan yang bekerja setiap hari untuk menghapus noda rasisme dan ketidakadilan."

    "Keinginan, pekerjaan, keunggulan yang dunia ketahui adalah hasil dari satu generasi ke generasi, menuangkan mimpi mereka ke generasi berikutnya."

    "Ini tahun 2020, dan keluarga kita sekarang termasuk siapa saja yang bercita-cita untuk cara hidup kita.

    "Meski banyak hal telah berubah, yang terburuk tetap sama. Kehidupan kaum kulit hitam penting. Ini bukan pernyataan kontroversial.

    "Sampai rasisme yang mendarah daging sehingga institusi negara pun gagal menghilangkan sepenuhnya. Kita akan tetap berkomitmen untuk melindungi dan meningkatkan kehidupan masyarakat kulit hitam."

    BBC | THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.