McGregor Pensiun, Maywether: Katanya Mau Melawan yang Terbaik?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pukulan Floyd Mayweather Jr. menghantam rahang lawannya Conor McGregor saat pertandingan di  T-Mobile Arena, Las Vegas, 26 Agustus 2017. USA TODAY Sports/Mark J. Rebilas/File Photo

    Pukulan Floyd Mayweather Jr. menghantam rahang lawannya Conor McGregor saat pertandingan di T-Mobile Arena, Las Vegas, 26 Agustus 2017. USA TODAY Sports/Mark J. Rebilas/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju tak terkalahkan, Floyd Mayweather Jr, menantang Conor McGregor, yang  mendadak mengumumkan pensiun, Minggu lalu, 7 Juni 2020.

    The Notorious One mengumumkan segera setelah UFC 250 bahwa dia tidak akan lagi bertarung. Tak lama kemudian, ia mengunggah gambar kue bertuliskan "Happy Retirement Daddy" di Instagram.

    Menanggapi pengunduran diri yang mengejutkan itu, Mayweather menulis, "Jika saya tidak salah, bukankah Anda memberi tahu Mike Tyson bahwa Anda bisa mengalahkan saya jika kita bertarung untuk kedua kalinya?"

    "Sekarang Anda berhenti! Saya pikir Anda ingin mengalahkan yang terbaik? Nah, jika Anda memutuskan untuk kembali, saya akan menunggu untuk menghajar Anda lagi. "

    Mayweather dan McGregor pernah berhadapan pada 2017 untuk pertandingan tinju crossover. McGregor mampu bertahan selama 10 ronde sebelum akhirnya menyerah dengan kekalahan TKO.

    McGregor memilih pensiun karena tidak mendapatkan lawan sepadan, sehingga bisa jadi ia batal pensiun jika ada pertarungan Floyd Mayweather Jr vs Conor McGregor jilid 2.

    Akibat wabah corona, UFC ikut terdampak. Banyak pertandingan tertunda dan baru digelar lagi pertengahan Mei lalu itu pun tanpa penonton. Akibatnya, banyak petarung harus menunggu giliran tampil.

    “Permainan itu tidak membuat saya senang, dan hanya itu. Semua ini menunggu. Tidak ada yang terjadi. Saya akan melalui opsi lawan, dan tidak ada yang benar-benar ada pada saat itu. Tidak ada yang menarik bagi saya."

    ESSENTIALY SPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.