Tenis Prancis Terbuka Digelar dengan Penonton, September

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Rumania, Simona Halep, memeluk pelatihnya, Darren Cahill, setelah memenangi laga final turnamen Prancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Sabtu, 9 Juni 2018. REUTERS

    Petenis Rumania, Simona Halep, memeluk pelatihnya, Darren Cahill, setelah memenangi laga final turnamen Prancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Sabtu, 9 Juni 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen tenis seri Grand Slam Prancis Terbuka akan digelar dengan penonton pada 27 September. Penggemar diperkenankan menonton langsung pertandingan dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

    Pandemi mengakibatkan jadwal French Open berubah dari biasanya Mei-Juni menjadi dimulai pada 20 September untuk babak kualifikasi.

    Babak utama turnamen tenis grand slam di Paris itu dimulai sepekan kemudian dan selesai pada 11 Oktober dan US Open sudah dikonfirmasi akan dimulai pada 31 Agustus. Kejuaraan  ATP akan dilanjutkan di Washington mulai 14 Agustus sementara WTA dimulai di Palermo, Italia, pada 3 Agustus 2020.

    Berbeda dengan US Open di New York, Roland Garros akan mempertahankan pertandingan kualifikasi pada pekan sebelum babak utama.

    "Dalam iklim yang sulit saat ini, kami sangat sadar bahwa itu adalah keistimewaan untuk dapat mempertahankan Roland Garros dalam format yang biasa," kata Bernard Giudicelli, presiden Federasi Tenis Prancis (FFT).

    "Terutama karena babak kualifikasi akan membantu secara finansial mendukung kategori pemain profesional yang telah sangat dipengaruhi oleh krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    "Keputusan yang kami buat pada 17 Maret untuk menunda turnamen Roland Garros sampai musim gugur berarti turnamen lapangan tanah liat 2020 ini dapat diselamatkan, asalkan situasi saat ini terus membaik."

    Ia bersikeras bahwa, tidak seperti US Open, para penggemar akan diizinkan untuk menghadiri arena Roland Garros.

    "Akan ada sejumlah penonton, persentasenya akan ditentukan dalam kesepakatan bersama dengan otoritas publik," kata Giudicelli.

    "Opsi semacam ini membutuhkan kerja sama nyata dengan otoritas publik. Masih terlalu dini untuk dapat memberikan bahkan perkiraannya hari ini."

    Pada 2019, ada 520.000 penonton yang membayar tiket untuk menyaksikan pertandingan di Roland Garros.

    Setelah Washington, ATP Tour akan melewati Rogers Cup yang sekarang dibatalkan di Toronto, dan menuju New York untuk pindah ke Cincinnati Masters dan kemudian US Open.

    Setelah grand slam US Open selesai, tur menuju Eropa untuk turnamen lapangan tanah liat Madrid Open dan Italian Masters menjelang French Open.

    "Kalender dapat berubah dan penilaian lanjutan akan dibuat terkait dengan kesehatan dan keselamatan, kebijakan perjalanan internasional, dan persetujuan pemerintah atas acara olahraga," kata juru bicara ATP, seperti dikutip AFP.

    "Semua acara akan diadakan di bawah panduan ketat terkait kesehatan dan keselamatan, jarak sosial, pengurangan atau tidak ada penggemar di arena."

    ATP mengatakan pembaruan lebih lanjut ke Asia menjelang acara indoor Eropa, yang memuncak dengan Final ATP yang berakhir musim di London, diharapkan pada pertengahan Juli.

    "Tujuan kami adalah menjadwal ulang sebanyak mungkin turnamen dan menyelamatkan sebanyak mungkin musim ini," kata kepala ATP Andrea Gaudenzi.

    Berbeda dengan ATP, WTA menetapkan rencana untuk mengunjungi Asia setelah Roland Garros selesai dengan China Open di Beijing ditetapkan pada 12 Oktober, dan menuju Final WTA di Shenzhen 9-15 November.

    Turnamen WTA tidak akan menghadirkan penggemar di arena.

    "Untuk saat ini, energi vital para penonton di stadion akan sangat dirindukan, tetapi mitra media dan penyiaran kami sedang mengeksplorasi cara-cara baru untuk terlibat dengan penggemar kami yang fantastis," kata CEO WTA Steve Simon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.