Adria Tour Dikhawatirkan Menjadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Serbia, Novak Djokovic berfoto bersama saat turnamen Adria Tour di Novak Tennis Centre, Beograd, Serbia, 14 Juni 2020. Djokovic menjadi petenis peserta Adria Tour keempat yang dinyatakan positif Covid-19. REUTERS/Marko Djurica

    Petenis Serbia, Novak Djokovic berfoto bersama saat turnamen Adria Tour di Novak Tennis Centre, Beograd, Serbia, 14 Juni 2020. Djokovic menjadi petenis peserta Adria Tour keempat yang dinyatakan positif Covid-19. REUTERS/Marko Djurica

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekhawatiran bahwa turnamen eksibisi Adria Tour akan menjadi ladang penularan virus corona sudah terjadi sejak awal. Sebelum dinyatakan positif corona, Novak Djokovic, penggagas turnamen ini sempat dihujani kritikan karena dianggap tidak menghiraukan aturan untuk menjaga jarak sosial. Akibatnya, optimisme awal bahwa turnamen akan menjadi ajang profesional beralih menjadi ancaman baru karena jumlah yang terinfeksi membengkak.

    Petenis asal Serbia itu juga telah dikritik karena mengatur turnamen eksibisi ini tanpa tindakan pencegahan atau penerapan aturan protokol kesehatan seusai pandemi Covid-19. Para pemain dan panitia bergerak dari satu tempat ke tempat lain menarik banyak orang tanpa perlindungan. Dengan pengujian yang masih berlangsung, berdasarkan laporan Essentially Sports, 23 Juni 2020, Adria Tour mungkin menjadi pusat baru penularan virus.

    Kemarin, Novak Djokovic juga mengumumkan dirinya sebagai pemain tenis keempat yang dinyatakan positif Covid-19. Sebelumnya, petenis Bulgaria Grigor Dimitrov dan petenis Kroasia Borna Coric, mengkonfirmasi bahwa telah dinyatakan positif Covid-19. Kepala tim tanggap krisis lokal Zadar, Sime Vickovic, mengatakan bahwa empat pemain tenis dan dua pelatih tenis juga dinyatakan positif. Turnamen itu juga diikuti Dominic Thiem (peringkat 3 dunia), Alexander Zverev (peringkat 7 dunia), dan juara AS Terbuka 2014 Marin Cilic.

    Sepanjang akhir pekan lalu, Djokovic dan sejumlah temannya terlihat berpelukan, berjabat tangan, dan berkerumun. Setelah Dimitrov diumumkan positif pada hari Minggu, Direktur Turnamen, Djorde Djokovic mengatakan bahwa tidak ada pemain yang memiliki gejala sama sekali. "Sebelum datang ke Zadar, Grigor ada di negaranya. Kami tidak tahu apakah dia terinfeksi di sana. Tapi dapat dipastikan bahwa setiap orang yang berhubungan dekat dengannya akan diuji malam ini," kata Djorde, dikutip dari Indian Express, 23 Juni 2020.

    Kasus positif Covid-19 oleh bintang tenis dunia itu menyebabkan pembatalan final Tur Adria. Djokovic pun lagi-lagi dikritik karena keputusan untuk turnamen yang disertai dengan perjalanan pemain ke klub malam dan bermain bola basket. Optimisme awal yang dibangun untuk membangkitkan olahraga setelah pandemi pun sirna dengan adanya temuan kasus baru.

    Para pemain yang absen dari undangan Adria Tour itu pun tak luput mengkritik turnamen. Salah satu di antara mereka adalah Nick Kyrgios dari Australia, yang me-membalas pengumuman tes positif Coric dengan menulis, "Keputusan bodoh untuk terus maju dalam turnamen, tapi itulah yang terjadi ketika Anda mengabaikan semua protokol. Ini bukan lelucon.”

    Di sisi lain, Serbia, yang telah memiliki 12.894 kasus positif dengan 261 kematian, menyaksikan pencabutan hampir semua pembatasan pemerintah awal Juni ini. Setidaknya 25 ribu penonton hadir untuk menonton laga leg pertama Adria Tour di Beograd pada 10 Juni, tepat tiga hari sebelum turnamen Novak Djokovic dimulai. Tiket ke Adria Tour terjual habis dalam beberapa menit dan para penggemar memadati stan dengan sedikit yang memakai masker.

    ESSENTIALLY SPORTS | INDIAN EXPRESS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.