Bulu Tangkis: Lin Dan Pensiun, Lee Chong Wei Kirim Puisi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain bulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei berusaha mengembalikan shuttlecock saat bertanding melawan pemain bulu tangkis India, Prannoy Haseena Sunil pada Kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di JCC Senayan, Jakarta, 15 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pemain bulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei berusaha mengembalikan shuttlecock saat bertanding melawan pemain bulu tangkis India, Prannoy Haseena Sunil pada Kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di JCC Senayan, Jakarta, 15 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan atlet bulu tangkis Malaysia Lee Chong Wei mengutarakan perasaannya melalui tulisan di akun media sosial menyikapi pensiunnya Lin Dan yang menjadi lawan beratnya selama berkiprah di bulu tangkis.

    Dalam unggahan di akun Twitternya, Sabtu, Chong Wei yang terlebih dulu pensiun tahun lalu akibat masalah kesehatan menulis:

    "Kita tahu hari ini akan tiba, momen berat dalam hidup kita. Kau menarik tirai secara anggun, kau adalah raja dalam pertarungan kita yang membanggakan. Semua keempat gelombangmu telah menghilang, bersama keheningan dari air mata yang sunyi," tulisnya.

    Persaingan antara Lee Chong Wei dan Lin dianggap sebagai sebuah legenda. Dalam unggahan tersebut, Chong Wei juga memasang foto saat mereka berdua masih anak-anak hingga menjadi atlet kawakan.

    Lin yang kini berusia 37 tahun, mengantongi dua gelar tunggal putra di tingkat Olimpiade, masing-masing di Beijing 2008 dan London 2012. Ia juga telah meraih semua gelar turnamen utama bulu tangkis, termasuk lima medali emas kejuaraan dunia.

    "Saya telah mendedikasikan segalanya untuk olahraga yang saya sukai. Keluarga, pelatih, rekan satu tim dan penggemar telah menemani saya melalui banyak masa bahagia dan saat sulit," media Cina mengutip Lin Dan yang mengumumkan pensiunnya.

    "Sekarang saya berusia 37 tahun, kebugaran fisik dan rasa sakit yang saya alami tidak lagi memungkinkan untuk bertanding berdampingan dengan teman satu tim saya," kata Lin Dan.

    Kejuaraan bergengsi lainnya yang ia menangi antara lain lima medali emas kejuaraan dunia antara 2006 dan 2013, serta enam gelar All England.

    Pemain kidal ini juga mempersembahkan enam medali emas di tim putra Piala Thomas dan lima gelar di nomor campuran Piala Sudirman. Tak hanya itu, tiga medali emas di nomor tim dan dua gelar di nomor tunggal Asian Games.

    "Sejak tahun 2000 hingga 2020, setelah 20 tahun, saya harus mengucapkan selamat tinggal pada timnas. Ini hal yang sangat sulit untuk saya katakan," kata Lin Dan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?