Ganda Putra Meraja di Jepang Terbuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tokyo: Para pemain ganda putra Indonesia merajai babak perempatfinal turnamen Super Seri Jepang Terbuka 2008 setelah mengalahkan lawan-lawan mereka di babak kedua, Kamis (18/8), yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang.

    Namun, kubu Indonesia sempat dibuat ketar-ketir setelah unggulan utama sekaligus pemegang emas Olimpiade Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan dipaksa bermain ketat tiga set selama 47 menit sebelum menghentikan perlawanan ganda muda Korea Selatan Cho Gun Woo/Yoo Yeon Seong, 20-22, 21-18, 21-14.

    Pasangan Indonesia lainnya Yonatan Suryatama Dasuki/Ryan Sukmawan bermain gemilang di babak kedua setelah menaklukkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Kazushi Yamada dengan angka yang relatif mudah, 21-19, 21-15 dalam waktu 24 menit.

    Kejutan justru ditorehkan oleh ganda muda Muhammad Ahsan/Bona Septano dengan menyingkirkan unggulan ketiga asal Malaysia Mohd ZakryAbdul Latif/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan dengan skor ketat, 21-15, 12-21, 21-17.

    Satu ganda lainnya, Hendra Aprida Gunawan/Joko Riyadi saat ini tengah bertanding melawan wakil Inggris Chris Adcock/Robert Blair.

    Mantan pemanin Pelatnas Cipayung, Candra Wijaya, dan pasangannya Tony Gunawan yang kini membela Amerika Serikat, juga melangkah ke Delapan Besar setelah menundukkan pasangan Inggris Richard Eidested/Andrew Ellis, 21-17, 21-19.

    Dengan hasil itu, Indonesia pun memastikan satu tempat di semifinal pada Jumat (18/9) karena Markis/Hendra akan berhadapan dengan rekannya Yonatan/Ryan.

    Adapun Ahsan/Bona akan ditantang unggulan keenam asal Jepang, Shintaro Ikeda/Shuichi Sakamoto. Sementara itu, Candra/Tony akan berebut tiket semifinal melawan unggulan keempat Keita Masuda/Tadashi Ohtsuka dari Jepang.

    Bobby Chandra
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.