Tenis Wimbledon Dibatalkan, Panitia Tetap Bagikan Hadiah

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reaksi petenis Rumania, Simona Halep setelah berhasil mengalahkan petenis AS, Serena Williams di laga final turnamen Wimbledon di London, Inggris, 13 Juli 2019. Sebelumnya sukses menjuarai Wimbledon 2019, Halep telah memiliki gelar Grand Slam pertamanya pada pentas French Open 2018 lalu. REUTERS/Carl Recine

    Reaksi petenis Rumania, Simona Halep setelah berhasil mengalahkan petenis AS, Serena Williams di laga final turnamen Wimbledon di London, Inggris, 13 Juli 2019. Sebelumnya sukses menjuarai Wimbledon 2019, Halep telah memiliki gelar Grand Slam pertamanya pada pentas French Open 2018 lalu. REUTERS/Carl Recine

    TEMPO.CO, JakartaAll England Lawn Tennis Club (AELTC) selaku penyelenggara Wimbledon menyatakan akan membagikan hadiah uang kepada 620 petenis yang seharusnya ambil bagian dalam turnamen Grand Slam yang dibatalkan tahun ini akibat pandemi virus corona.

    Wimbledon yang awalnya dijadwalkan berlangsung 29 Juni-12 Juli itu dibatalkan untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Dua karena pandemi yang telah menewaskan lebih dari 44.000 orang di Inggris.

    "Kami sekarang berada dalam posisi mengalokasikan hadiah uang kepada 620 petenis yang peringkatnya masuk dalam syarat keikutsertaan turnamen 2020, baik melalui penerimaan langsung ke undian utama atau dari sesi kualifikasi," lapor Reuters melansir pernyataan resmi AELTC.

    "Dari total Rp183 miliar yang disepakati, AELTC akan mendistribusikan hadiah uang sebagai pengganti turnamen sehubungan dengan kondisi di tahun ini," tulis pernyataan itu.

    AELTC menyebutkan, sebanyak 224 petenis sektor tunggal akan menerima masing-masing Rp 228,5 juta dengan penilaian karena mereka ditetapkan untuk bersaing pada babak kualifikasi sementara 256 pemain dalam undian utama akan menerima masing-masing Rp 457 juta.

    Petenis sektor ganda tenis Wilmbledon akan menerima masing-masing Rp 114,4 juta, petenis kursi roda dan quad masing-masing ditetapkan menerima Rp 109 juta dan Rp 91,5 juta.

    "Kami senang bahwa kebijakan asuransi kami telah memungkinkan untuk mengenali dampak pembatalan pada para pemain dan kami sekarang berada dalam posisi untuk menawarkan pembayaran ini sebagai hadiah atas kerja keras yang telah mereka investasikan," sebut Kepala Eksekutif AELTC Richard Lewis.

    AELTC juga mengumumkan bahwa penomoran unggulan pada sektor tunggal putra untuk turnamen tenis 2021 akan didasarkan pada peringkat, sementara untuk tunggal putri tidak ada perubahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.