Ribka Sugiarto Gagal Nyanyi di Panggung, Kembali ke Bulu Tangkis

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribka Sugiarto / Siti Fadia Silva Ramadhanti seusai pertandingan final Mola TV PBSI Home Tournament. Doc. TIM PBSI.

    Ribka Sugiarto / Siti Fadia Silva Ramadhanti seusai pertandingan final Mola TV PBSI Home Tournament. Doc. TIM PBSI.

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis ganda putri, Ribka Sugiarto sempat kebingungan menentukan pilihan untuk menjadi atlet atau fokus ke pendidikan.
     
    Ia mulai mengenal bulutangkis sejak kelas 3 SD. Ia bergabung dengan salah satu klub lokal di Kota Kelahirannya, Karanganyar. "Pas kelas 3 SD sudah ikut badminton sampai kelas 6, aku berhenti badminton karena mau fokus ujian akhir," kata Ribka dalam unggahan video di akun Instagram PBSI, Selasa, 21 Juli 2020.
     
    Waktu mau memasuki SMP, Ribka diberi pilihan oleh orang tuanya untuk menjadi atlet atau tetap fokus ke pendidikan. Ia berharap bisa menjalani keduanya dalam waktu bersama. Namun, sang bunda meminta harus menekuni salah satu biar fokus. "Aku milih sekolah waktu itu, nggak ada kepikiran untuk badminton. Sudah capek juga," ucap ganda putri peringkat 32 dunia ini.
     
    Pemenang Kejuaraan Asia Junior 2018 ini kembali menekuni bulu tangkis setelah SMP. Waktu itu, Ribka mengalami deman panggung ketika aktif di ekstrakurikuler seni. Akhirnya ia kembali berlatih bulu tangkis. Gadis kelahiran 22 Januari 2000 ini sempat aktif sebagai vokalis band di eskul sekolahnya. Setelah rutin latihan band, ia malah kehilangan minat menjelang hari pementasan. 
     
    "Mau tampil, aku ngga berani, aku matiin hp, aku bilang ke mama nggak mau tampil, sampai diteleponin sama guru-guruku," kata dia.
     
    "Akhirnya aku bilang, aku mau badminton aja. Akhirnya nggk jadi ikut nyanyi, akhirnya balik lagi ke badminton, waktu itu demam panggung, dulu itu mentalku jelek banget," ucal Ribka menjelaskan insiden gagal nge-band yang membuatnya kembali menekuni bulu tangkis.
     
    Kegalauan, kata Ribka tetap menjadi permasalahannya ketika memantapkan diri menjadi atlet. Prestasi akademik di sekokah, menurut dia, menjadi salah satu faktor yang membuatnya bimbang menentukan pilihan. Apalagi pihak sekolah tidak memberi izin meninggalkan sekolah untuk urusan bulu tangkis.
     
    "Aku tetap nekad ikut audisi di PB Djarum tahun 2013, mamaku bilang iseng-iseng aja ikut, kalau nggak masuk juga nggak apa-apa," ucap pasangan ganda Siti Fadia Silva ini.
     
    Berawal dari keisengan mengikuti Audisi Beasiswa PB Djarum, Ribka malah lolos untuk menjalani tes untuk sektor ganda putri di Jakarta. Meski telah lolos jadi atlet binaan salah klub terbaik di Indonesia, peraih juara PBSI Home Tournament 2020 ini malah tidak bahagia karena harus berpisah dengan orang tua. "Udah tes di Jakarta, malah nangis pengen pulang, masih nggak betah," ucap dia.
     
    Ribka pun bercerita masa adaptasi dengan atmosfer latihan di PB Djarum membuatnya jatuh sakit. Durasi dan volume latihan jauh berbeda dengan apa yang dijalani di klub asalnya di Karanganyar.
     
    "Seminggu gue tipus di Jakarta. aku anak mama banget, terus pisah, pas 13 tahun. Kan nggak bisa capek, nyampai jakarta latihannya berat banget," kata Ribka menceritakan pengalaman pertama berlatih di PB Djarum
     
    Ribka menuturkan teman-teman menjadi salah satu faktor utama bisa mempercepat proses adaptasinya. "Betahnya karena banyak teman," kata dia.
     
    "Teman-teman kasih tahu harus belajar mandiri, mamaku juga tiap hari telpon, jadi rasa kangennya terbayarkan juga. Akhirnya masuk Pelatnas deh," ujar Ribka.
     
    IRSYAN HASYIM

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.